UNIKA Santo Thomas SUUNIKA Santo Thomas SU

ALUR : Jurnal ArsitekturALUR : Jurnal Arsitektur

Ekonomi kreatif di Indonesia menjadi topik penting dalam pembangunan negara. Kreativitas manusia merupakan sumber daya ekonomi utama, terutama dari kalangan muda yang memiliki potensi tak terbatas. Industri kreatif berkembang pesat di berbagai daerah, meningkatkan jumlah peminat di tingkat perguruan tinggi melebihi kapasitas yang tersedia. Oleh karena itu, diperlukan perancangan fasilitas formal yang bergerak di bidang industri kreatif, seperti Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain. Pembangunan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru diperlukan mengingat jumlah peminat seni rupa dan desain di Indonesia tidak diimbangi dengan daya tampung yang cukup. Ketiadaan wadah pendidikan seni rupa dan desain di Pekanbaru menjadi alasan utama kebutuhan tersebut. Arsitektur ekspresionis dipilih sebagai tema perancangan agar bangunan yang dirancang dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan sifat seni yang tak terbatas, memberikan kesan semangat dan ceria, serta menjadi sumber inspirasi bagi pengguna bangunan.

Rancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru merupakan wadah pendidikan formal yang berfokus pada bidang seni rupa dan desain, berperan sebagai tempat aktifitas mahasiswa dan wadah kegiatan seni bagi masyarakat.Penerapan tema arsitektur ekspresionis dilakukan sesuai dengan ciri-cirinya, menciptakan bangunan yang ekspresif dan komunikatif.Konsep seni tanpa batas diwujudkan melalui simbol infinity, menjadi media perancang dalam menyampaikan gagasan dan ekspresi tanpa batas.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan mengenai pengaruh desain arsitektur ekspresionis terhadap psikologi dan kreativitas mahasiswa seni rupa. Hal ini dapat dilakukan dengan studi kasus perbandingan antara bangunan dengan gaya arsitektur yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material bangunan yang ramah lingkungan dan mendukung ekspresi artistik, seperti penggunaan material daur ulang atau material lokal yang unik. Ketiga, studi mendalam mengenai integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran seni rupa dan desain, serta bagaimana desain bangunan dapat mendukung penerapan teknologi tersebut, perlu dilakukan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan seni rupa dan desain di Indonesia, serta menghasilkan bangunan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga inspiratif dan berkelanjutan.

Read online
File size269.79 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test