UNESAUNESA

Jurnal Rekayasa MesinJurnal Rekayasa Mesin

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua bentuk mata pisau yang berbeda dalam mesin pengupas serabut kelapa tua semi otomatis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produk akhir. Dua bentuk mata pisau yang dibandingkan adalah pisau datar berongga dan pisau datar memanjang. Metode eksperimental digunakan dengan variabel bebas berupa bentuk mata pisau dan berat kelapa (1kg, 1.5kg, 2kg), serta variabel terikat berupa waktu dan kapasitas pengupasan. Variabel kontrol meliputi jenis kelapa dan kecepatan putar mesin (120 rpm). Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua bentuk mata pisau memberikan perbedaan waktu dan efisiensi pengupasan. Mata pisau datar berongga memiliki rata-rata waktu pengupasan 6.50 detik, 7.17 detik, dan 7.67 detik untuk berat 1kg, 1.5kg, dan 2kg, sementara mata pisau datar memanjang memiliki rata-rata waktu 5 detik, 6 detik, dan 6.6 detik untuk berat yang sama. Temuan ini diharapkan dapat direkomendasikan untuk pengembangan mesin pengupas kelapa yang efektif dan efisien di industri pertanian.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam waktu pengupasan antara mata pisau datar berongga dan mata pisau datar memanjang.Mata pisau datar memanjang secara konsisten menunjukkan waktu pengupasan yang lebih singkat dibandingkan dengan mata pisau datar berongga pada semua variasi berat kelapa yang diuji.Hasil ini mengindikasikan bahwa bentuk mata pisau datar memanjang lebih efektif dalam proses pengupasan serabut kelapa tua semi otomatis.Oleh karena itu, penggunaan mata pisau datar memanjang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas mesin pengupas kelapa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas mata pisau datar memanjang pada berbagai jenis kelapa dengan tingkat kematangan yang berbeda. Hal ini akan membantu menentukan apakah bentuk mata pisau ini tetap optimal untuk semua jenis kelapa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan material mata pisau yang lebih tahan lama dan memiliki ketajaman yang lebih baik, sehingga dapat mengurangi frekuensi penggantian mata pisau dan meningkatkan efisiensi biaya. Ketiga, studi lebih mendalam mengenai pengaruh kecepatan putar mesin terhadap efisiensi pengupasan dengan menggunakan mata pisau datar memanjang perlu dilakukan. Dengan mengoptimalkan kecepatan putar, diharapkan dapat dicapai waktu pengupasan yang lebih singkat dan kapasitas pengupasan yang lebih tinggi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan mesin pengupas kelapa yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

  1. Rancang Bangun Mesin Pengupas Sabut Kelapa | Agroteknika. rancang bangun mesin pengupas sabut kelapa... doi.org/10.32530/agtk.v2i1.31Rancang Bangun Mesin Pengupas Sabut Kelapa Agroteknika rancang bangun mesin pengupas sabut kelapa doi 10 32530 agtk v2i1 31
  2. CQ Press Books - Elections A to Z - Independent. cq press books elections independent skip main content... doi.org/10.4135/9781452234144.n109CQ Press Books Elections A to Z Independent cq press books elections independent skip main content doi 10 4135 9781452234144 n109
Read online
File size2.81 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test