STIAMISTIAMI

Reformasi AdministrasiReformasi Administrasi

Kabupaten Agam merupakan salah satu wilayah dengan intensitas bencana tinggi yang berdampak pada aspek material dan non‑material, sehingga diperlukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pengelolaan dana hibah di Kabupaten Agam belum dikelola secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemantauan dan evaluasi pelaksanaan penggunaan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Agam pada tahun 2022. Teori yang digunakan adalah teori evaluasi Dunn yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Metode yang diterapkan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data mengacu pada Cresswell & Cresswell (2018) yang meliputi proses mengorganisir dan menyiapkan data, membaca seluruh data, melakukan coding, menghasilkan deskripsi dan tema, merepresentasikan deskripsi serta tema, dan melakukan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan dan evaluasi penggunaan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Agam tahun 2022 dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan. Namun, pelaksanaan penggunaan dana hibah tidak dapat dioptimalkan karena keterbatasan waktu penggunaan dana hibah. Faktor pendukung dan penghambat kebijakan terdiri dari faktor internal dan eksternal. Rekomendasi penelitian ini adalah memperkuat komitmen para pemangku kepentingan, memperkuat koordinasi lintas sektoral, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Implementasi pemantauan dan evaluasi penggunaan dana hibah rehabilitasi serta rekonstruksi di Kabupaten Agam tahun 2022 dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, namun hasil pelaksanaan belum mencapai target output sehingga harus dilanjutkan dengan anggaran APBD dan laporan tahunan belum selesai.Faktor penghambat utama adalah kondisi politik yang memperlambat proses tender, sehingga kegiatan konstruksi tidak dapat berjalan secara langsung.Akibatnya, keberlanjutan pendanaan hibah selanjutnya terancam tanpa perbaikan mekanisme pengawasan dan koordinasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak perpanjangan masa pemanfaatan dana hibah lebih dari satu tahun terhadap tingkat penyelesaian proyek rehabilitasi pascabencana, sehingga dapat menilai apakah alokasi waktu yang lebih panjang meningkatkan efektivitas penggunaan dana. Selanjutnya, perlu dilakukan analisis mendalam mengenai mekanisme yang dapat meminimalkan intervensi politik dalam proses tender, dengan tujuan menemukan strategi transparan dan adil yang mempercepat pelaksanaan konstruksi. Selain itu, pengembangan dan uji coba kerangka kerja pemantauan berbasis masyarakat dapat meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penggunaan dana hibah, karena melibatkan warga lokal dalam proses pelaporan dan evaluasi sehingga memperkuat kepercayaan publik dan memperbaiki koordinasi antar pemangku kepentingan.

Read online
File size535.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test