STIAMISTIAMI
Reformasi AdministrasiReformasi AdministrasiPenelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kondisi layanan cuti pegawai sebelum penerapan sistem cuti elektronik (Cuti‑E); (2) menganalisis proses penerapan sistem Cuti‑E; (3) mengidentifikasi kendala yang dihadapi selama implementasi Cuti‑E; dan (4) menilai upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas sistem Cuti‑E di Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling untuk memilih informan, serta wawancara, kajian pustaka, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Cuti‑E lebih efektif dibandingkan metode manual (berbasis kertas). Keberhasilan Cuti‑E bergantung pada komunikasi yang efektif, manajemen sumber daya manusia, fasilitas digital, serta pengelolaan anggaran yang tepat. Meskipun demikian, tantangan seperti ketimpangan akses internet, keterbatasan bagi non‑ASN, serta permasalahan pengarsipan dan komunikasi masih perlu diatasi. Peningkatan kualitas Cuti‑E disarankan dengan memperbaiki infrastruktur, SOP, pengalaman pengguna, serta melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.
Implementasi sistem cuti digital Cuti‑E terbukti lebih efektif dibandingkan prosedur manual, terutama karena dukungan komunikasi yang konsisten, sumber daya digital, dan struktur birokrasi yang terkoordinasi dengan baik.Namun, penerapan sistem ini masih menghadapi kendala signifikan, antara lain ketidakmerataan akses internet, keterbatasan bagi pegawai non‑PNS, serta kelemahan dalam proses pengarsipan, komunikasi, dan pemantauan.Oleh karena itu, diperlukan upaya lanjutan untuk memperkuat infrastruktur, memperluas akses, dan mengoptimalkan mekanisme evaluasi agar Cuti‑E dapat berfungsi optimal di seluruh unit kerja.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak peningkatan infrastruktur jaringan internet terhadap kepuasan dan efisiensi penggunaan Cuti‑E di wilayah terpencil, dengan desain quasi‑experimental membandingkan unit kerja yang mendapatkan upgrade jaringan versus yang tidak. Selanjutnya, studi dapat menyelidiki potensi integrasi sistem Cuti‑E bagi pegawai non‑ASN, termasuk analisis kebutuhan fungsional, keamanan data, dan implikasi regulasi, menggunakan pendekatan campuran kualitatif‑kuantitatif untuk mengidentifikasi hambatan dan manfaat. Penelitian ketiga dapat mengembangkan kerangka pemantauan dan evaluasi berkelanjutan berbasis indikator kinerja utama (IKU) untuk Cuti‑E, menguji efektivitas dashboard real‑time dalam meningkatkan responsibilitas dan transparansi melalui aksi‑riset yang melibatkan stakeholder dalam perancangan dan pengujian prototipe. Hasil ketiga penelitian ini diharapkan memberikan bukti empiris bagi kebijakan yang lebih inklusif, berkeadilan, dan berbasis data dalam pengelolaan cuti pegawai, sehingga implementasi Cuti‑E dapat dioptimalkan secara menyeluruh mendukung reformasi birokrasi dan good governance.
- PENERAPAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) DI PEMERINTAH DAERAH UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE... doi.org/10.28946/lexl.v5i2.2351PENERAPAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK SPBE DI PEMERINTAH DAERAH UNTUK MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE doi 10 28946 lexl v5i2 2351
- Kajian Literatur (Systematic Literature Review): Kendala Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik... doi.org/10.33387/protk.v8i1.1978Kajian Literatur Systematic Literature Review Kendala Penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik doi 10 33387 protk v8i1 1978
- APPLICATION OF E-GOVERMENT SYSTEM AS AN EFFORT TO CREATE A CONDUCIVE INVESTMENT CLIMATE IN BANYUWANGI... doi.org/10.21831/jnp.v8i2.34023APPLICATION OF E GOVERMENT SYSTEM AS AN EFFORT TO CREATE A CONDUCIVE INVESTMENT CLIMATE IN BANYUWANGI doi 10 21831 jnp v8i2 34023
- Sistem Informasi Cuti Karyawan Menggunakan Berbasis Web dengan Metode Rapid Application Development (RAD)... journal.unpas.ac.id/index.php/infomatek/article/view/7822Sistem Informasi Cuti Karyawan Menggunakan Berbasis Web dengan Metode Rapid Application Development RAD journal unpas ac index php infomatek article view 7822
| File size | 557.92 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIBAUNIBA Pola diseminasi hasil pelatihan antar guru menjadi bentuk efisiensi dan memperkuat pemerataan peningkatan kompetensi di lingkungan sekolah. Namun demikian,Pola diseminasi hasil pelatihan antar guru menjadi bentuk efisiensi dan memperkuat pemerataan peningkatan kompetensi di lingkungan sekolah. Namun demikian,
ASY SYUKRIYYAHASY SYUKRIYYAH Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner memberikan perspektif baru dengan mengakui bahwa setiap individu memiliki kombinasi unik dari berbagai jenis kecerdasan.Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner memberikan perspektif baru dengan mengakui bahwa setiap individu memiliki kombinasi unik dari berbagai jenis kecerdasan.
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Pendekatan deskriptif kualitatif dengan model interaktif menunjukkan bahwa penerapan kebijakan pembangunan berbasis smart city di Kota Palu mengalami dinamikaPendekatan deskriptif kualitatif dengan model interaktif menunjukkan bahwa penerapan kebijakan pembangunan berbasis smart city di Kota Palu mengalami dinamika
IDEREACHIDEREACH Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada pengelolaan hambatan sistemik terkait kesiapan teknis, keberlanjutan fiskal, dan keberlanjutanNamun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada pengelolaan hambatan sistemik terkait kesiapan teknis, keberlanjutan fiskal, dan keberlanjutan
UNUJAUNUJA Penelitian ini memberi kontribusi teoretis dengan mengaitkan manajemen strategis pada pengembangan PLC dan menawarkan model praktis yang dapat direplikasi.Penelitian ini memberi kontribusi teoretis dengan mengaitkan manajemen strategis pada pengembangan PLC dan menawarkan model praktis yang dapat direplikasi.
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA menjadi contoh menarik bagaimana televisi menggabungkan fungsi informasi, hiburan, dan pembentukan agenda publik melalui pendekatan kreatif. Penelitianmenjadi contoh menarik bagaimana televisi menggabungkan fungsi informasi, hiburan, dan pembentukan agenda publik melalui pendekatan kreatif. Penelitian
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Dengan berlandaskan Total Quality Management (TQM), Pondok Pesantren Bustanul Ulum Lampung Tengah telah menempuh perjalanan yang menarik dalam meningkatkanDengan berlandaskan Total Quality Management (TQM), Pondok Pesantren Bustanul Ulum Lampung Tengah telah menempuh perjalanan yang menarik dalam meningkatkan
DINASTIREVDINASTIREV Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penekanan pada studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi,Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penekanan pada studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi,
Useful /
BCRECBCREC Validasi terhadap data eksperimen mengonfirmasi akurasi model, terutama untuk karakteristik arus lucutan, dengan arus puncak 2,5 mA. Analisis resolusiValidasi terhadap data eksperimen mengonfirmasi akurasi model, terutama untuk karakteristik arus lucutan, dengan arus puncak 2,5 mA. Analisis resolusi
BCRECBCREC Cacat dalam ZIF-8(Zn/Cd) memengaruhi energi celah pita untuk memberikan nilai yang sedikit lebih rendah dibandingkan ZIF-8(Zn/Cd) murni. Analisis interaksiCacat dalam ZIF-8(Zn/Cd) memengaruhi energi celah pita untuk memberikan nilai yang sedikit lebih rendah dibandingkan ZIF-8(Zn/Cd) murni. Analisis interaksi
STIAMISTIAMI Analisis statistik inferensial menggunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan uji hipótesis menggunakan uji t, uji F serta menghitungAnalisis statistik inferensial menggunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda dengan uji hipótesis menggunakan uji t, uji F serta menghitung
STIAMISTIAMI Lingkungan kerja menunjukkan hubungan yang sedang dengan motivasi kerja, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,224, yang berarti 22,4% motivasiLingkungan kerja menunjukkan hubungan yang sedang dengan motivasi kerja, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,224, yang berarti 22,4% motivasi