HKBPHKBP

Jurnal Psikologi Universitas HKBP NommensenJurnal Psikologi Universitas HKBP Nommensen

Guru memiliki peran penting dalam mendidik dan mengarahkan. Mereka tidak hanya mengajarkan pengetahuan tetapi juga membentuk mental dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sikap yang dimiliki guru dalam melaksanakan kebijakan “WFH. Sikap tersebut mengandung komponen kognitif, afektif, dan konatif. Penelitian ini melibatkan guru dan dosen sebagai responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan aplikasi google form. Pertama, pengumpulan data diklasifikasikan dan kemudian dianalisis menggunakan komponen sikap dan kemudian diintegrasikan dengan analisis wacana kritis, yang berfokus pada lingkup tekstual. Dalam lingkup tekstual ini, melibatkan aspek semantik, sintaksis, stilistika, dan retorika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen kognitif mengandung makna implisit dalam bentuk tindakan dan strategi aplikatif. Makna implisit tersebut menyatakan bahwa guru dan dosen setuju dengan kebijakan WFH yang diterapkan di Jayapura. Bentuk kognitif mencakup kata kerja mental seperti “setuju, mengikuti, mematuhi, dan mendukung. Dalam komponen afektif menunjukkan emosi positif dan kemudian mengarahkannya ke reaksi konatif dalam bentuk “mengajar dan memberikan saran. Selanjutnya, dalam aspek semantik tekstualitas menekankan makna yang lebih dalam dari kata kunci seperti virtualitas, zoom, dan teams. Dalam sintaksis, ditunjukkan kata kunci yang disebut leksikon yang menggambarkan sebab dan akibat. Sementara dalam tekstualitas retoris, ditunjukkan oleh analogi yang menggambarkan makna bahwa guru di Jayapura selalu siap menjaga profesionalisme sebagai guru bahkan di pandemi Covid-19.

Penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan dosen di Jayapura memiliki sikap positif terhadap kebijakan WFH, meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya.Sikap positif ini tercermin dalam kesediaan mereka untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran daring dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar.Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dan pihak terkait dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh tenaga pendidik selama pandemi, seperti masalah jaringan dan akses terhadap sumber daya pembelajaran.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak kebijakan WFH terhadap kualitas pembelajaran dan prestasi siswa secara lebih mendalam. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif untuk mengumpulkan data dari sampel yang lebih besar dan menganalisis hubungan antara variabel-variabel yang relevan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pembelajaran daring yang efektif dan inovatif, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa di berbagai tingkatan pendidikan. Model pembelajaran ini perlu mempertimbangkan aspek-aspek seperti interaksi guru-siswa, penggunaan teknologi, dan evaluasi pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan WFH di sektor pendidikan, seperti infrastruktur teknologi, pelatihan guru, dan dukungan orang tua. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan. Penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pengembangan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

  1. CDA dalam Kolom Catatan Minggu: Interplay Teks dan Praksis dalam Narasi Urban | Swastika | Kajian Jurnalisme.... doi.org/10.24198/jkj.v4i1.27276CDA dalam Kolom Catatan Minggu Interplay Teks dan Praksis dalam Narasi Urban Swastika Kajian Jurnalisme doi 10 24198 jkj v4i1 27276
Read online
File size271.49 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test