UMKUMK
ProminentProminentThis study examined the relationship between students affective filters and English language use in 21st-century classrooms through correlation analysis. Results indicated a significant relationship between affective filter levels and language use patterns, suggesting that emotional and psychological barriers meaningfully impact students willingness and ability to engage with English in classroom settings. The findings carry several implications for language education practice: teachers should develop differentiated, innovative instructional strategies that respond to diverse learning styles and student backgrounds; learner metacognitive awareness of affective factors should be promoted to facilitate more accurate self-assessment and cultivate positive attitudes toward language learning; teachers must demonstrate heightened sensitivity to students affective states and language adaptation processes in increasingly globalized educational contexts, as broader awareness of affective filter variation may help mitigate negative judgments toward learners experiencing elevated anxiety; and these insights can inform the development of enhanced pedagogical materials, teacher training programs, and curricular frameworks that advance both instructional effectiveness and learning outcomes. Based on these findings, the study recommends that teachers actively work to reduce affective barriers by cultivating classroom environments characterized by safety, collaboration, respect, and support, as such learning spaces may increase student comfort levels and promote more confident participation in English language activities, ultimately facilitating more effective language acquisition and use.
This study examined affective filters among English language learners, as evidenced by observable anxiety behaviors including trembling, panic responses, and perspiration during classroom discussions.Despite experiencing elevated affective filters, participants demonstrated sustained motivation to study English through perseverance and continued language use.These findings underscore the importance of affective considerations in language pedagogy and highlight the need for instructional approaches that acknowledge and address learner anxiety while supporting motivation and engagement in the language learning process.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman tentang pengaruh filter afektif terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Pertama, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas berbagai strategi pedagogis dalam menurunkan filter afektif siswa, dengan fokus pada intervensi yang disesuaikan dengan karakteristik siswa dan konteks kelas yang berbeda. Kedua, penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif siswa dalam menghadapi kecemasan dan ketidaknyamanan selama pembelajaran bahasa Inggris, serta bagaimana mereka mengembangkan mekanisme koping untuk mengatasi tantangan tersebut. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan filter afektif siswa dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan tersebut, seperti dukungan sosial, umpan balik guru, dan keberhasilan akademik. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kompleksitas filter afektif dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Inggris.
- MALE AND FEMALE STUDENTS’ LEARNING STRATEGIES IN MASTERING ENGLISH VOCABULARY | English Language... doi.org/10.56983/eltm.v2i2.103MALE AND FEMALE STUDENTSAo LEARNING STRATEGIES IN MASTERING ENGLISH VOCABULARY English Language doi 10 56983 eltm v2i2 103
- The Affective Filter Hypothesis and its Enlightenment for College English Teaching. affective filter... doi.org/10.18063/cef.v3i6.724The Affective Filter Hypothesis and its Enlightenment for College English Teaching affective filter doi 10 18063 cef v3i6 724
- Sage Academic Books - Creating Life-Long Learners: Using Project-Based Management to Teach 21st Century... doi.org/10.4135/9781506313979.n6Sage Academic Books Creating Life Long Learners Using Project Based Management to Teach 21st Century doi 10 4135 9781506313979 n6
| File size | 709.16 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
UMKUMK Hasil observasi menunjukkan variasi dalam jumlah dan frekuensi penerapan prinsip-prinsip TPR oleh masing-masing guru, dengan beberapa prinsip diterapkanHasil observasi menunjukkan variasi dalam jumlah dan frekuensi penerapan prinsip-prinsip TPR oleh masing-masing guru, dengan beberapa prinsip diterapkan
KHATECKHATEC The growing emphasis on 21st-century skills in Indonesian education underscores the importance of fostering critical thinking among university students.The growing emphasis on 21st-century skills in Indonesian education underscores the importance of fostering critical thinking among university students.
UMSUMS Oleh karena itu, penalaran matematika dalam kerangka Rahman secara intrinsik terhubung dengan kesadaran spiritual dan makna metafisik. Studi ini juga menemukanOleh karena itu, penalaran matematika dalam kerangka Rahman secara intrinsik terhubung dengan kesadaran spiritual dan makna metafisik. Studi ini juga menemukan
UMKUMK This suggests that Discord can be a viable alternative learning medium due to its interactive features and student appeal. However, consistent implementationThis suggests that Discord can be a viable alternative learning medium due to its interactive features and student appeal. However, consistent implementation
UMKUMK The results showed that the Gallery Walk technique effectively enhanced students behavioral, cognitive, and especially affective engagement. Students participatedThe results showed that the Gallery Walk technique effectively enhanced students behavioral, cognitive, and especially affective engagement. Students participated
UMSUMS Keterampilan ini dapat meningkatkan kesejahteraan keuangan melalui keputusan konsumsi, tabungan, dan investasi yang bijaksana. Mahasiswa yang tinggal jauhKeterampilan ini dapat meningkatkan kesejahteraan keuangan melalui keputusan konsumsi, tabungan, dan investasi yang bijaksana. Mahasiswa yang tinggal jauh
UMSUMS Informan terdiri dari guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan dasar anak autis sebagian besar telah terpenuhi melalui programInforman terdiri dari guru, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan dasar anak autis sebagian besar telah terpenuhi melalui program
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa dalam regulasi diri, indikator regulasi emosi mendapatkan 66,6%, indikator penetapanHasil penelitian menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar menunjukkan bahwa dalam regulasi diri, indikator regulasi emosi mendapatkan 66,6%, indikator penetapan
Useful /
PUBMEDIAPUBMEDIA Meskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum memberikan dasar hukum untuk keterlibatan pemerintah daerah, masih ada keraguan apakahMeskipun Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum memberikan dasar hukum untuk keterlibatan pemerintah daerah, masih ada keraguan apakah
GREENATIONPUBLISHERGREENATIONPUBLISHER The study provides theoretical implications for the development of an integrative collaboration-regulation-competitiveness model, as well as managerialThe study provides theoretical implications for the development of an integrative collaboration-regulation-competitiveness model, as well as managerial
STAI TBHSTAI TBH Rata-rata skor kelompok yang menggunakan PBL (67,85) lebih tinggi daripada kelompok yang menggunakan PS (56,97), menunjukkan dampak positif yang lebihRata-rata skor kelompok yang menggunakan PBL (67,85) lebih tinggi daripada kelompok yang menggunakan PS (56,97), menunjukkan dampak positif yang lebih
UAIUAI Strategi yang dilakukan yaitu: 1) keterampilan komunikasi antara guru, keluarga dan masyarakat, 2) komitmen bersama untuk melakukan tanggung jawab danStrategi yang dilakukan yaitu: 1) keterampilan komunikasi antara guru, keluarga dan masyarakat, 2) komitmen bersama untuk melakukan tanggung jawab dan