CASSRCASSR
Journal of Asian Social Science ResearchJournal of Asian Social Science ResearchArtikel ini menyelidiki bagaimana diplomasi permintaan maaf mempengaruhi kedatangan wisatawan asing ke Filipina dari tahun 2008 hingga 2025, memperkenalkan kerangka kerja inovatif yang memandang pariwisata sebagai osmosis. Menggunakan analisis deskriptif Time-Series Interrupted (ITSA) dari data Departemen Pariwisata, studi ini menganalisis krisis kunci seperti Krisis Sandera Hong Kong 2010, Standoff Scarborough Shoal 2012, Insiden Penembakan Nelayan Taiwan 2013, Krisis Sampah Kanada, Insiden Terumbu Karang Tubbataha, dan krisis lainnya yang disebutkan. Sementara Korea Selatan menjadi variabel netral (kontrol) untuk menganalisis fakta bahwa meskipun memiliki krisis sampah yang serupa dengan Kanada, negara tersebut memiliki hubungan pariwisata yang kuat dengan Filipina. Penelitian ini menentukan bagaimana krisis politik seperti ini mempengaruhi pemulihan pariwisata. Temuan menunjukkan bahwa permintaan maaf yang cepat dan tulus berfungsi sebagai katup yang memulihkan arus wisatawan dan memperbaiki hubungan bilateral yang rusak, sedangkan respons yang tidak meminta maaf atau tertunda memperpanjang larangan perjalanan dan persepsi negatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diplomasi permintaan maaf adalah instrumen kekuatan lunak yang vital, menerjemahkan gestur simbolis menjadi keuntungan ekonomi dan reputasi. Departemen Pariwisata disarankan untuk menerapkan mekanisme manajemen risiko pariwisata ini dalam kasus krisis seperti ini dan bukan hanya pandemi kesehatan sebelumnya (COVID atau SARS). Model osmosis pariwisata ini menjembatani diplomasi, pembangunan, dan pencitraan negara dalam konteks pasca-krisis.
Temuan ini konsisten dengan klaim bahwa permintaan maaf internasional berfungsi lebih dari sekadar rekonsiliasi simbolis.Mattes dan Weeks (2025) berpendapat bahwa permintaan maaf adalah instrumen diplomasi publik, mampu melunakkan sikap publik asing dan memungkinkan pemulihan reputasi.Kasus Hong Kong dan Taiwan mencerminkan logika ini dengan jelas.pembatasan kebijakan dan sentimen publik tampaknya hanya mereda setelah sinyal terkait permintaan maaf dan langkah-langkah pertanggungjawaban ditawarkan, diikuti oleh normalisasi kedatangan secara bertahap.Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian pariwisata yang lebih luas yang menekankan sentralitas manajemen citra dan pencitraan.(2023) menggambarkan pencitraan sebagai alat kekuatan lunak yang disukai dalam pariwisata.Studi ini memperluas pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa pencitraan saja mungkin tidak cukup selama krisis yang penuh muatan politik.diplomasi permintaan maaf tampaknya berfungsi sebagai mekanisme pelengkap yang membantu membuat pencitraan kembali kredibel.Secara metodologis, penggunaan deskriptif ITSA dalam studi ini mengikuti pendekatan analisis pariwisata yang memprioritaskan interpretasi tren dan relevansi kebijakan daripada klaim kausal yang ketat (Jesus dan Samonte 2023).Temuan saat ini mendukung tradisi tersebut dengan menunjukkan perubahan yang jelas dalam arah dan magnitudo di sekitar titik krisis tanpa mengklaim kausasi statistik yang berlebihan.
Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana media dan intensitas liputan berita dapat mempengaruhi diplomasi permintaan maaf dan pemulihan pariwisata. Studi ini menunjukkan bahwa media memainkan peran penting dalam membentuk sentimen publik dan kebijakan pemerintah, sehingga penting untuk menyelidiki bagaimana media dapat memengaruhi proses pemulihan pariwisata. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana kapasitas rute udara dan perubahan kebijakan visa dapat berinteraksi dengan diplomasi permintaan maaf untuk membentuk kemiringan pemulihan. Studi ini menunjukkan bahwa kapasitas rute udara dan kebijakan visa dapat mempengaruhi tren kedatangan, sehingga penelitian lebih lanjut dapat membantu memahami bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi pemulihan pariwisata setelah krisis. Terakhir, penelitian komparatif yang lebih luas dapat dilakukan untuk menguji apakah hubungan antara diplomasi permintaan maaf dan pariwisata berlaku di negara-negara ASEAN lainnya yang menghadapi krisis serupa. Studi ini berfokus pada kasus Filipina, tetapi penelitian komparatif dapat membantu menggeneralisasikan temuan dan memberikan wawasan yang lebih luas tentang peran diplomasi permintaan maaf dalam pariwisata di seluruh kawasan.
| File size | 1.82 MB |
| Pages | 36 |
| DMCA | Report |
Related /
UMADAUMADA Penelitian tentang kelimpahan bulu babi di Pulau Sabang yang saat ini sedang mengalami gempuran reklamasi. Penelitian ini dikerjakan selama 2 bulan denganPenelitian tentang kelimpahan bulu babi di Pulau Sabang yang saat ini sedang mengalami gempuran reklamasi. Penelitian ini dikerjakan selama 2 bulan dengan
IPBIPB Penelitian dilaksanakan di Bintan MPA dari Oktober 2021 hingga Oktober 2022. Informan yang terlibat dipilih menggunakan metode purposive sampling dan snowballPenelitian dilaksanakan di Bintan MPA dari Oktober 2021 hingga Oktober 2022. Informan yang terlibat dipilih menggunakan metode purposive sampling dan snowball
UNAIRUNAIR Sumber antropogenik dari daerah sekitarnya telah mengurangi kondisi kesehatan terumbu karang dan meningkatkan prevalensi penyakit karang di daerah penelitian.Sumber antropogenik dari daerah sekitarnya telah mengurangi kondisi kesehatan terumbu karang dan meningkatkan prevalensi penyakit karang di daerah penelitian.
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Sebagai bagian dari Harita Nickel, HPAL berkomitmen untuk keberlanjutan operasional dengan mengutamakan konservasi mangrove, rehabilitasi terumbu karang,Sebagai bagian dari Harita Nickel, HPAL berkomitmen untuk keberlanjutan operasional dengan mengutamakan konservasi mangrove, rehabilitasi terumbu karang,
UMMUMM Penegakan hukum selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring pada tahap pemeriksaan saksi atau tersangka melalui wawancara konferensi video, denganPenegakan hukum selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring pada tahap pemeriksaan saksi atau tersangka melalui wawancara konferensi video, dengan
UTUT Selain itu, fasilitas dan amenitas yang telah tersedia di pulau, meskipun masih terbatas, dengan manajemen dan perencanaan pengembangan yang tepat dariSelain itu, fasilitas dan amenitas yang telah tersedia di pulau, meskipun masih terbatas, dengan manajemen dan perencanaan pengembangan yang tepat dari
UNASUNAS Komposisi karang terdiri dari 7 genus dari 5 famili dengan indeks keanekaragaman menengah dan indeks keseragaman kategori tinggi. Nilai indeks keanekaragamanKomposisi karang terdiri dari 7 genus dari 5 famili dengan indeks keanekaragaman menengah dan indeks keseragaman kategori tinggi. Nilai indeks keanekaragaman
UNUDUNUD Makalah ini membahas potensi pariwisata bahari di Bali dan kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Meskipun pariwisata bahari danMakalah ini membahas potensi pariwisata bahari di Bali dan kontribusinya terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Meskipun pariwisata bahari dan
Useful /
CASSRCASSR Educational background showed mixed patterns, with Dars-e-Nizami holders more likely to strongly agree, while some Bachelors degree holders expressed strongerEducational background showed mixed patterns, with Dars-e-Nizami holders more likely to strongly agree, while some Bachelors degree holders expressed stronger
CASSRCASSR Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana wanita yang bercerai mempersepsi peluruhan pernikahan mereka dan bagaimana mereka mengevaluasiPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana wanita yang bercerai mempersepsi peluruhan pernikahan mereka dan bagaimana mereka mengevaluasi
UTUT Data dianalisis menggunakan metode bootstrapping dengan 5000 subsampel. Hasilnya adalah koefisien determinasi untuk kepuasan wisatawan sebesar 87,6% danData dianalisis menggunakan metode bootstrapping dengan 5000 subsampel. Hasilnya adalah koefisien determinasi untuk kepuasan wisatawan sebesar 87,6% dan
UTUT This study examines the factors that influence the intention to visit South Korea during the pandemic. This study uses six measured variables: perceivedThis study examines the factors that influence the intention to visit South Korea during the pandemic. This study uses six measured variables: perceived