CASSRCASSR
Journal of Asian Social Science ResearchJournal of Asian Social Science ResearchPublic food distribution programmes are central to social protection efforts, yet their performance often falls short of their stated goals. This study evaluates the service quality of the Open Market Sale (OMS) programme, which provides subsidised food grains to low-income urban residents, and examines how institutional and political factors shape its outcomes. Using a qualitative design informed by critical realism, the research draws on 20 in-depth interviews with purposefully selected beneficiaries and 10 key informant interviews with programme administrators, dealers and community leaders, complemented by documentary analysis of policy and evaluation reports. The findings show that, although OMS offers short-term price relief, its service quality is undermined by long queues, uncertain access, inadequate ration sizes, poor food quality and weak responsiveness to complaints. Targeting errors, institutional capacity gaps, chronic underfunding and pervasive corruption, including political influence over dealer selection and outlet locations, further distort benefit distribution and generate significant leakages and losses along the supply chain. The study concludes that the programme only partially protects food-insecure households and requires substantial reform in both design and implementation. Empirically, it contributes fine-grained evidence on how front-line practices and local power relations shape the performance of food-based safety nets. Policy implications include the need to strengthen data-driven targeting, increase transparency and accountability, invest in storage and monitoring systems, and integrate OMS within a broader, more coherent social protection strategy.
The OMS program provides only partial and often unreliable protection for urban poor households due to issues like long queues, uncertain access, and insufficient rations.Targeting is hampered by corruption and political influence, leading to both inclusion and exclusion errors.The programs effectiveness is further limited by institutional weaknesses, chronic underfunding, and leakages in the supply chain, necessitating substantial redesign to achieve its intended objectives.
Future research should investigate the OMS programs performance in rural areas and smaller cities, combining qualitative data with large-scale quantitative surveys to accurately assess targeting errors and leakages. Longitudinal studies tracking program impacts over time are needed, alongside in-depth institutional analyses to understand how incentives and power dynamics influence implementation. Furthermore, research should focus on evaluating specific reforms, such as digital targeting and enhanced grievance mechanisms, to identify scalable solutions for improving the programs effectiveness. Finally, exploring the integration of OMS with other social protection programs could create a more comprehensive and resilient safety net for vulnerable populations, and studies should assess the feasibility and impact of such integration strategies. These investigations will contribute to a more robust understanding of how to optimize food security interventions in Bangladesh and similar contexts.
- Governance of the Social Safety Net in Bangladesh: A Study on the Employment Generation Programme for... doi.org/10.1177/00195561221141508Governance of the Social Safety Net in Bangladesh A Study on the Employment Generation Programme for doi 10 1177 00195561221141508
- The Impact of Social Safety Net Programs on Poverty, Food Security and Standard of Living in Bangladesh... doi.org/10.1177/25166026221135328The Impact of Social Safety Net Programs on Poverty Food Security and Standard of Living in Bangladesh doi 10 1177 25166026221135328
- Food security among the people living in rural Bangladesh insights from the northern region of the country.... doi.org/10.48130/CAS-2023-0010Food security among the people living in rural Bangladesh insights from the northern region of the country doi 10 48130 CAS 2023 0010
- Full article: Resilience of Social Transfer Programs to Large Unexpected Shocks. full article resilience... doi.org/10.1080/00220388.2023.2297644Full article Resilience of Social Transfer Programs to Large Unexpected Shocks full article resilience doi 10 1080 00220388 2023 2297644
| File size | 1.06 MB |
| Pages | 28 |
| DMCA | Report |
Related /
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Tujuannya menganalisis mekanisme pengelolaan dana, menilai kepatuhannya terhadap prinsip perlindungan sosial, dan mengidentifikasi dampak program OAS padaTujuannya menganalisis mekanisme pengelolaan dana, menilai kepatuhannya terhadap prinsip perlindungan sosial, dan mengidentifikasi dampak program OAS pada
UNUGHAUNUGHA Data yang diperoleh dari setiap calon dikonversi ke skala relatif menggunakan teknik normalisasi. Metode TOPSIS kemudian diterapkan untuk mendapatkan peringkatData yang diperoleh dari setiap calon dikonversi ke skala relatif menggunakan teknik normalisasi. Metode TOPSIS kemudian diterapkan untuk mendapatkan peringkat
UNUGHAUNUGHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa POKLAHSAR Jaso Danau memiliki potensi untuk mendiversifikasi produk olahan ikan bilih, tetapi masih terkendala olehHasil penelitian menunjukkan bahwa POKLAHSAR Jaso Danau memiliki potensi untuk mendiversifikasi produk olahan ikan bilih, tetapi masih terkendala oleh
UNUGHAUNUGHA Kenaikan harga juga meningkatkan pasokan lobster, tetapi harga tinggi dari barang pengganti cenderung mengurangi pasokan. Kesimpulan dari penelitian iniKenaikan harga juga meningkatkan pasokan lobster, tetapi harga tinggi dari barang pengganti cenderung mengurangi pasokan. Kesimpulan dari penelitian ini
UNUGHAUNUGHA 0 harus mampu menguasai teknologi digital, termasuk petani jamur di Padang. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani jamur mengenai penerapan0 harus mampu menguasai teknologi digital, termasuk petani jamur di Padang. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani jamur mengenai penerapan
UNUGHAUNUGHA Penggunaan serbuk jahe, kunyit, dan lengkuas baik secara tunggal maupun kombinasi tidak mampu meningkatkan tingkat mortalitas kumbang beras secara signifikan.Penggunaan serbuk jahe, kunyit, dan lengkuas baik secara tunggal maupun kombinasi tidak mampu meningkatkan tingkat mortalitas kumbang beras secara signifikan.
UNUGHAUNUGHA Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Diagram Lingkaran Kausal. Teknik analisis data menggunakanMetode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan Diagram Lingkaran Kausal. Teknik analisis data menggunakan
RISETPRESSRISETPRESS The concept of property rights exists and is recognized in space law regimes, even in the absence of territorial rights over celestial bodies, althoughThe concept of property rights exists and is recognized in space law regimes, even in the absence of territorial rights over celestial bodies, although
Useful /
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Sementara itu, standarisasi memainkan peran penting dalam menjaga keadilan, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, tetapi dapat menghambatSementara itu, standarisasi memainkan peran penting dalam menjaga keadilan, akuntabilitas, dan pengambilan keputusan berbasis data, tetapi dapat menghambat
GERAKANEDUKASIGERAKANEDUKASI Dalam penelitian kualitatif, wawancara mendalam juga memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang kaya dan detail untuk analisis mendalam, yang memungkinkanDalam penelitian kualitatif, wawancara mendalam juga memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang kaya dan detail untuk analisis mendalam, yang memungkinkan
OJS STEIALAMAROJS STEIALAMAR Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi ekonomi syariah dan lemahnyaPendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi ekonomi syariah dan lemahnya
MALAHAYATIMALAHAYATI Prevalensi penyakit dermatofitosis di dunia adalah sebesar 20-25%, sedangkan di Asia mencapai 35,6%, di Indonesia yang menunjukkan angka persentase 27,6%Prevalensi penyakit dermatofitosis di dunia adalah sebesar 20-25%, sedangkan di Asia mencapai 35,6%, di Indonesia yang menunjukkan angka persentase 27,6%