DINIYAHDINIYAH

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini membahas desain pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Karakter Pendidikan berdasarkan pendekatan gender mainstreaming. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Penerapan gender mainstreaming dalam Pendidikan Agama Islam, unsur sejarah, pada kelas XII fase F dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum secara bertahap melalui pendekatan kontribusi, pendekatan penambahan, pendekatan transformasional, dan pendekatan aksi sosial. 2) Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Karakter Berbasis Pengarusutamaan Gender sebagai berikut: A) Tujuan Pembelajaran: Menganalisis peran dan teladan ulama Islam yang menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, Memahami peran organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara. B) Materi/Isi Pembelajaran: (1) Membaca Al-Quran, (2) Cerita Sejarah yang Menginspirasi, (3) Wawasan Islam; Peran Ulama Islam pada Masa Perjuangan Kemerdekaan, Peran Organisasi pada Masa Perjuangan Kemerdekaan. (4) Penerapan Karakter. (5) Refleksi, (6) Ringkasan. C) Metode Pembelajaran: metode rasional (manhaj aqli), metode intuitif (manhaj dhawqi), metode dialogis (manhaj jadali), metode perbandingan (manhaj muqarani), metode kritis (manhaj naqdi). D) Strategi Pembelajaran: Strategi Penyelidikan. E) Prinsip Pembelajaran: bermakna dan menyenangkan, membangun kemampuan untuk menjadi pembelajar seumur hidup, mendukung pengembangan kompetensi dan karakter siswa, pembelajaran yang relevan. F) Evaluasi Pembelajaran: penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Dari uraian yang telah dipaparkan maka dapat ditarik kesimpulan tentang Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender, sebagai berikut.Pengarusutamaan gender dalam Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan dengan mengintegrasikannya dalam kurikulum secara bertahap melalui pendekatan kontribusi (contribution approach), pendekatan aditif (additive approach), pendekatan transformasional (transformation approach), pendekatan aksi sosial (sosial action approach).Desain Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Berbasis Pengarusutamaan Gender sebagai berikut.Menganalisis peran dan keteladanan tokoh ulama penyebar ajaran Islam di Indonesia, Memahami peran organisasi-organisasi Islam di Indonesia dalam membangun dan memajukan negara.(a) Ayo membaca al-Quran, (b) Kisah Sejarah Inspiratif, (c) Wawasan Keislaman.Peran ulama Islam Pada Masa Perang Kemerdekaan, Peran Organisasi Pada Masa Perang Kemerdekaan.metode rasional (manhajَ aqli),َ metodeَ intuitifَ (manhajَ dhawqi),َ metodeَ dialogisَ (manhajَ jadali),َ metode komparatif (manhaj muqarani), metode kritik (manhaj naqdi).bermakna dan menyenangkan, membangun kapasitas menjadi pembelajar sepanjang hayat, mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik, pembelajaran yang relevan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai implementasi desain pembelajaran berbasis pengarusutamaan gender dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini dapat fokus pada efektivitas dan dampak dari desain pembelajaran tersebut dalam meningkatkan pemahaman dan keteladanan peserta didik terkait tokoh-tokoh Islam secara komprehensif. Kedua, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi-strategi pengarusutamaan gender dalam pendidikan agama Islam, khususnya dalam mengintegrasikan gender ke dalam kurikulum secara bertahap. Ketiga, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan desain pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif, yang dapat meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.

Read online
File size420.7 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test