UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN

Sulesana: Jurnal Wawasan KeislamanSulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan penulis mengenai tradisi Maudu Lompoa di Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, yang merupakan bentuk perayaan keagamaan unik dengan perpaduan nilai budaya dan spiritualitas dan ajaran tasawuf. Menggunakan pendekatan kualitatif lapangan, data diperoleh melalui teknik observasi langsung, wawancara dengan informan, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini memiliki nilai religius yang kuat dan mencerminkan dalam ajaran tasawuf: syariat, tarekat, hakikat, dan marifat. Berdasarkan filsafat nilai Max Scheler, tradisi ini mencerminkan keseluruhan hirarki nilai, mulai dari aspek kesenangan, nilai kehidupan, nilai spiritual, hingga puncak nilai kesucian. Tradisi Maudu Lompoa tidak hanya memperkuat nilai-nilai agama dan sosial, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya religius yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Tradisi Maudu Lompoa di Desa Cikoang adalah manifestasi cinta dan penghormatan kepada Rasulullah, kaya akan nilai spiritual dan sufistik yang tercermin dalam syariat, tarekat, hakikat, dan marifat.Pelaksanaannya melibatkan partisipasi masyarakat secara bertahap, mulai dari persiapan hingga puncak acara yang dipusatkan di Sungai Cikoang.Menurut Max Scheler, tradisi ini mencakup hirarki nilai dari kesenangan, vitalitas, spiritualitas, hingga kesucian, sekaligus melestarikan budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam.

Untuk penelitian lanjutan, ada beberapa arah menarik yang dapat dieksplorasi guna memperkaya pemahaman kita tentang tradisi Maudu Lompoa. Pertama, mengingat potensi besar tradisi ini sebagai destinasi wisata budaya religius yang sempat disinggung, sebuah penelitian bisa fokus pada perancangan strategi pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya dan spiritual Maudu Lompoa tetap terjaga, sementara pada saat yang sama dapat memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat lokal. Bagaimana cara mengintegrasikan pariwisata tanpa mengorbankan kesakralan dan keaslian tradisi menjadi pertanyaan krusial yang perlu dijawab. Kedua, dengan melihat partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pelaksanaan Maudu Lompoa, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji bagaimana nilai-nilai filosofis dan spiritual yang terkandung dalam tradisi ini diwariskan dari generasi ke generasi, khususnya kepada kaum muda. Studi ini dapat meneliti metode transmisi pengetahuan adat, tantangan yang dihadapi generasi muda dalam memaknai tradisi di era modern, serta upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga relevansinya di masa depan. Ketiga, mengingat banyaknya bahan ritual dan persiapan yang melibatkan sumber daya alam seperti ayam kampung, beras, dan kelapa, penelitian bisa diarahkan untuk menganalisis dampak ekonomi lokal dan keberlanjutan lingkungan dari praktik-praktik ini. Mengidentifikasi potensi model ekonomi sirkular atau praktik ramah lingkungan dalam pengadaan bahan ritual akan memberikan wawasan berharga bagi keberlanjutan tradisi dan kesejahteraan ekologis Desa Cikoang secara keseluruhan.

Read online
File size264.03 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test