UNPARUNPAR

Jurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik InformatikaJurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika

Pencarian soal dalam bank soal sosiologi SMA sering kali tidak efisien karena jumlah dokumen yang besar, menyebabkan kesulitan bagi siswa dan guru dalam menemukan soal yang relevan secara cepat. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem pencarian soal berbasis Information Retrieval menggunakan metode TF-IDF dan Cosine Similarity guna meningkatkan akurasi hasil temu kembali. Dataset terdiri dari 350 soal sosiologi yang diproses melalui tahapan pra-pemrosesan teks, termasuk case folding, tokenisasi, penghapusan stopword, dan stemming. Dokumen yang telah dinormalisasi kemudian diberi bobot menggunakan TF-IDF dan dicocokkan dengan query pengguna menggunakan Cosine Similarity untuk menghasilkan peringkat hasil. Kinerja sistem dievaluasi menggunakan dua pengaturan threshold, yaitu threshold 10 dan threshold 15, dengan mengukur presisi, recall, dan F1-measure. Hasil menunjukkan bahwa threshold 10 memberikan presisi lebih tinggi namun recall sangat rendah, sehingga banyak dokumen relevan terlewat. Sementara itu, threshold 15 menghasilkan keseimbangan yang lebih baik dengan rata-rata presisi 0,733, recall 0,037, dan F1-measure 0,070, sehingga menjadi konfigurasi paling optimal dalam penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan threshold meningkatkan kemampuan sistem dalam menemukan dokumen relevan sambil mempertahankan akurasi yang dapat diterima, sehingga threshold 15 direkomendasikan untuk sistem pencarian soal sosiologi yang dikembangkan.

Sistem Information Retrieval berbasis TF-IDF dan Cosine Similarity mampu menjalankan proses pencarian dokumen sesuai query setelah melalui tahapan preprocessing, pembobotan TF-IDF, dan perhitungan cosine similarity.Evaluasi kinerja menunjukkan bahwa threshold 10 menghasilkan presisi tinggi namun recall sangat rendah, sehingga kurang efektif dalam menemukan semua dokumen relevan.Sebaliknya, threshold 15 memberikan recall lebih tinggi dan F1-measure tertinggi, sehingga menjadi konfigurasi paling optimal dan direkomendasikan untuk sistem pencarian soal sosiologi pada penelitian ini.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk menguji sistem pencarian ini dengan metode pembobotan kata lain seperti BM25 atau word embeddings (misalnya Word2Vec atau BERT) agar dapat dibandingkan efektivitasnya terhadap TF-IDF dalam konteks pencarian soal sosiologi. Kedua, disarankan penelitian lanjutan yang mengevaluasi pengaruh variasi jumlah dokumen dan kompleksitas query terhadap kinerja sistem, termasuk bagaimana sistem beradaptasi saat jumlah soal bertambah signifikan atau saat query menggunakan sinonim dan frasa yang lebih luas. Ketiga, perlu dilakukan kajian untuk mengintegrasikan mekanisme pemahaman bahasa alami sederhana agar sistem dapat memahami maksud query secara semantik, bukan hanya berdasarkan kemiripan kata, sehingga dapat meningkatkan recall tanpa mengorbankan presisi, terutama untuk query yang menggunakan istilah berbeda namun bermakna sama. Penelitian-penelitian tersebut akan membantu meningkatkan keakuratan dan fleksibilitas sistem dalam konteks pendidikan, serta memberikan dasar untuk pengembangan sistem pencarian cerdas yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pengguna. Selain itu, eksplorasi terhadap personalisasi hasil pencarian berdasarkan tingkat kelas atau topik yang dipelajari dapat menjadi arah menarik untuk penelitian selanjutnya. Dengan menggabungkan pendekatan semantik dan personalisasi, sistem dapat tidak hanya menemukan soal yang relevan secara teks, tetapi juga yang paling sesuai dengan konteks pembelajaran pengguna. Hasilnya akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi evaluasi dan latihan belajar di lingkungan pendidikan menengah. Semua ide ini merupakan kelanjutan alami dari temuan penelitian ini dan berpotensi memperluas aplikabilitas sistem ke mata pelajaran lain. Dengan pendekatan yang lebih canggih, sistem dapat menjadi alat bantu belajar yang lebih cerdas dan responsif terhadap kebutuhan siswa dan guru. Oleh karena itu, langkah selanjutnya sebaiknya difokuskan pada peningkatan pemahaman konteks dan variasi bahasa dalam query pencarian.

  1. Jurnal Teknologi Informasi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika. jurnal teknologi... doi.org/10.47111/JTIJurnal Teknologi Informasi Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Bidang Teknik Informatika jurnal teknologi doi 10 47111 JTI
Read online
File size856.39 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test