STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG

Journal of Educational Review and ResearchJournal of Educational Review and Research

Pendidikan matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa, salah satunya melalui penguatan literasi matematika dan kepercayan diri. Namun, kondisi pembelajaran di sekolah dasar masih menunjukkan rendahnya literasi matematika yang disertai dengan rendahnya kepercayaan diri siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas VB SD Negeri 3 Linggasari Tahun Ajaran 2024/2025. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif berdasarkan kriteria keberhasilan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa secara bertahap dari siklus I hingga siklus III. Penerapan model Problem Based Learning efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika dan kepercayaan diri siswa secara simultan dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi dan kepercayaan diri siswa secara bertahap dan berkelanjutan.Peningkatan capaian siswa terlihat dari siklus I hingga siklus III, baik berdasarkan persentase capaian maupun nilai rata-rata hasil belajar.Dengan demikian, Problem Based Learning tidak hanya meningkatkan kemampuan kognitif siswa, khususnya literasi, tetapi juga aspek afektif berupa kepercayaan diri secara simultan.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan pengembangan penelitian lebih lanjut dengan cakupan yang lebih luas, seperti melibatkan lebih banyak subjek, jenjang pendidikan yang berbeda, atau menggabungkan PBL dengan strategi pembelajaran lain untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Selain itu, penting untuk terus mendorong siswa agar lebih aktif, berani, dan percaya diri dalam proses pembelajaran, serta memanfaatkan pengalaman belajar berbasis masalah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada investigasi lebih mendalam mengenai pengaruh faktor-faktor kontekstual, seperti karakteristik siswa atau lingkungan belajar, terhadap efektivitas penerapan PBL. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi potensi integrasi PBL dengan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menarik.

Read online
File size429.24 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test