MAYADANIMAYADANI

Masyarakat Berdaya dan InovasiMasyarakat Berdaya dan Inovasi

Program kegiatan kewirausahaan untuk siswa disabilitas / anak berkebutuhan khusus menjadi hal yang sangat penting untuk diwadahi. Dengan tujuan untuk pengembangan wawasan, pendidikan dan kesempatan kewirausahaan sesuai kemampua. Pengembangan oven pengering untuk telur asin dengan asap cair, berbasis Internet of Thing (IoT) di SLB Autis Laboratorium UM adalah salah satu wadah untuk kewirausahaan. Metode pelaksanaan yang dilakukan melalui observasi, pengembangan alat oven telur asin, forum grup discussion, dan sosialisasi alat. Sosialiasi dilaksanakan dengan tujuan memberi penyuluhan pembuatan telur asin dengan metoda asap cair, yang dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan oven pengering. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan oven yang sudah ada dengan metode oven asap. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah memberikan pelatihan berupa ketrampilan kepada para peserta didik disabilitas untuk melatih kemampuan mereka dalam bidang kewirausahaan, khususnya dalam pembuatan produk telur asin.

Produk yang dihasilkan dari program ini adalah telur asin yang diasapkan.SLB Autis Lab-UM membutuhkan mesin oven yang dapat bekerja secara otomatis, dikontrol, dan dimonitor dengan baik secara langsung, baik dalam jarak jauh ataupun dekat dengan memanfaatkan internet.Kebutuhan ini didorong dengan tingginya minat terhadap produk telur asin yang belum terpenuhi.Peluang ini perlu diraih guna memajukan usaha yang telah dirintis dan memberikan dukungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dalam berwirausaha.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tahapan kegiatan survei dan wawancara, perancangan dan pembuatan serta pengujian alat dan kemasan, realisasi rancangan alat dan kemasan, pengujian dan alih teknologi.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang menarik untuk dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada optimalisasi parameter pengeringan, seperti suhu, waktu, dan aliran udara, untuk menghasilkan telur asin dengan kualitas terbaik dan konsisten. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) untuk menentukan kombinasi parameter yang optimal. Kedua, penelitian dapat mengkaji pengaruh variasi jenis kayu yang digunakan sebagai sumber asap cair terhadap karakteristik telur asin, seperti aroma, rasa, dan umur simpan. Eksplorasi jenis kayu lokal yang memiliki kandungan senyawa fenolik tinggi dapat menjadi fokus penelitian. Ketiga, pengembangan sistem monitoring dan kontrol berbasis IoT dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan sensor-sensor tambahan, seperti sensor kelembaban dan sensor gas, untuk memantau kondisi lingkungan pengeringan secara real-time dan memberikan peringatan dini jika terjadi penyimpangan. Integrasi ini akan memungkinkan pengendalian proses pengeringan yang lebih presisi dan adaptif terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Read online
File size286.75 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test