UIADUIAD

JTMT: Journal Tadris MatematikaJTMT: Journal Tadris Matematika

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Ulos sebagai salah satu ciri khas dari suku Batak Toba. Ulos digunakan dalam setiap upacara adat Batak Toba. Penelitian ini berfokus pada ulos yang digunakan dalam upacara kematian Adat Batak Toba yaitu Ulos Tujung dan Ulos Saput di Kecamatan Siborongborong. Penelitian ini bertujuan untuk mengajak kaum milenial agar lebih peduli terhadap budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif karena peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mendapatkan data. Maka dari itu penulis meneliti makna semiotik yang terkandung dalam Ulos Tujung dan Ulos Saput dengan teknik analisis Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh oleh peneliti bahwa ulos tidak dapat dipisahkan dari kehidupan suku Batak Toba di Kecamatan Siborongborong. Ulos Tujung ini dipercayai oleh Suku Batak Toba sebagai lambang kesedihan dalam upacara kematian. Ulos Saput juga digunakan dalam upacara kematian adat Batak Toba. Ulos ini adalah ulos yang menyelimuti jenazah yang dibawa sampai ke liang lahat. Ulos Tujung dan Ulos Saput memiliki nilai-nilai yang dipercayai oleh suku Batak Toba di Kecamatan Siborongborong yaitu nilai berkat, nilai kasih sayang, nilai penghormatan, nilai kepercayaan dan nilai harapan.

Ulos Tujung dan Ulos Saput merupakan bagian penting dalam upacara kematian adat Batak Toba di Kecamatan Siborongborong yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat setempat.Ulos Tujung menjadi simbol kesedihan dan diberikan oleh pihak hula-hula atau tulang, sementara Ulos Saput digunakan untuk menyelimuti jenazah sebagai tanda perpisahan terakhir dari pihak tulang.Kedua ulos tersebut mengandung nilai berkat, kasih sayang, penghormatan, kepercayaan, dan harapan yang perlu dilestarikan, terutama bagi generasi milenial.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas integrasi budaya ulos ke dalam muatan lokal sekolah di wilayah Batak, untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran formal berdampak pada pemahaman dan pelestarian nilai-nilai ulos di kalangan pelajar. Kedua, sebaiknya dikaji lebih lanjut bagaimana peran media digital dan sosial media dalam memperkenalkan makna semiotik Ulos Tujung dan Ulos Saput kepada generasi muda, termasuk pengembangan konten interaktif yang menarik minat milenial terhadap budaya adat. Ketiga, perlu diadakan penelitian komparatif tentang penggunaan ulos dalam upacara kematian di berbagai subetnis Batak, untuk memahami perbedaan makna, fungsi, dan transformasi nilai-nilai tradisional dalam konteks sosial yang berubah, serta identifikasi ancaman terhadap keberlangsungan tradisi tersebut di masa depan. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar kuat untuk strategi pelestarian budaya yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Read online
File size376.4 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test