UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islamat-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam

Studi ini mengeksplorasi implementasi kesetaraan gender dalam pendidikan Islam dalam konteks multikultural di Lampung, Indonesia, dengan mengkaji bagaimana praktik-praktik yang peka gender diintegrasikan ke dalam lingkungan pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan metode campuran, penelitian ini menggabungkan survei kuantitatif dengan wawancara kualitatif untuk menilai kesadaran kesetaraan gender di kalangan guru dan siswa di 10 sekolah Islam di seluruh Lampung. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kesadaran akan kesetaraan gender tergolong moderat, hambatan budaya dan agama yang signifikan masih ada, yang menghambat implementasi penuh praktik pendidikan yang peka gender. Studi ini menyoroti kesenjangan antara kebijakan nasional tentang kesetaraan gender dan penerapannya yang tidak konsisten di wilayah pedesaan dan konservatif, di mana peran gender tradisional tertanam kuat dalam praktik pendidikan. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi peluang perubahan melalui program pelatihan guru yang terarah dan reformasi kebijakan yang menangani kesetaraan gender dan keberagaman budaya.

Singkatnya, studi ini mengkaji implementasi kesetaraan gender dalam pendidikan Islam dalam konteks multikultural di Lampung, Indonesia.Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun terdapat kesadaran umum tentang kesetaraan gender di kalangan guru dan siswa, masih terdapat hambatan signifikan dalam mengintegrasikan praktik-praktik yang peka gender secara penuh.Hambatan-hambatan ini terutama bersifat kultural dan religius, dengan peran gender tradisional yang tertanam kuat dalam praktik pendidikan di banyak lembaga Islam.Meskipun terdapat kebijakan kesetaraan gender di tingkat nasional, studi ini menyoroti kesenjangan antara tujuan kebijakan dan realitas di kelas, terutama di daerah pedesaan dan konservatif seperti Lampung.Penelitian ini menyoroti perlunya pelatihan dan implementasi kebijakan yang peka gender dalam menjembatani kesenjangan ini, sekaligus mempertimbangkan perlunya strategi yang spesifik konteks untuk mengatasi tantangan budaya lokal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pendidikan yang peka gender terhadap hasil belajar dan sosial siswa, dengan fokus pada bagaimana intervensi yang disesuaikan dapat memaksimalkan manfaatnya. Kedua, penelitian dapat menyelidiki peran pemangku kepentingan yang lebih luas, seperti orang tua, pembuat kebijakan, dan tokoh masyarakat, dalam mempromosikan kesetaraan gender di sekolah-sekolah Islam, dengan tujuan untuk mengembangkan strategi kolaboratif yang mengatasi norma-norma budaya dan agama yang ada. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai model pelatihan guru dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan guru dalam menerapkan praktik-praktik yang peka gender, dengan mempertimbangkan konteks budaya dan agama yang unik di Lampung. Dengan menggabungkan wawasan dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang inklusif dan berkeadilan yang menghargai keberagaman gender dan budaya di Indonesia.

  1. Gender mainstreaming in the policy of islamic boarding school education: A systematic literature review... doi.org/10.35719/annisa.v18i1.316Gender mainstreaming in the policy of islamic boarding school education A systematic literature review doi 10 35719 annisa v18i1 316
Read online
File size346.92 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test