MINDAMASMINDAMAS

INSANCITAINSANCITA

Artikel ini – menggunakan pendekatan kualitatif, studi literatur, dan analisis deskriptif – menunjukkan bahwa bahasa Arab adalah salah satu bahasa tertua yang masih ada sampai sekarang. Ini terjadi karena negara‑negara yang berbahasa Arab secara geografis terletak secara strategis di antara tiga benua: Asia, Eropa, dan Afrika. Selain itu, negara‑negara tersebut memiliki posisi penting dalam ekonomi dunia, karena mereka memasok sebagian besar minyak dunia. Faktor terpenting yang membuat bahasa Arab tetap eksis dan dipelajari oleh sebagian besar orang Indonesia adalah fungsinya sebagai bahasa untuk layanan keagamaan (Islam). Pendakwah dan pedagang dari Gujarat, India, membawa bahasa Arab ke kepulauan Indonesia – beberapa sejarawan mengatakan bahwa mereka langsung dari Arab dan Mesir. Kemudian, tulisan Arab menjadi lingua franca di kepulauan Indonesia/Melayu. Sampai saat ini, bahasa Arab masih sering dipelajari oleh Muslim Indonesia, baik melalui pendidikan formal maupun non‑formal. Dalam pendidikan formal, bahasa Arab dipelajari di Indonesia mulai dari taman kanak‑kanak hingga perguruan tinggi. Sementara di pendidikan non‑formal, bahasa Arab dipelajari di lembaga‑lembaga, seperti Pesantren dan Madrasah. Khusus untuk Pesantren dan Madrasah di Indonesia, ia memiliki sejarah yang sangat panjang, bersama dengan perjuangan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pesantren dan Madrasah adalah institusi yang menanamkan nilai agama Islam dan menanggapi tantangan masyarakat Indonesia dengan segala dimensinya. Pesantren dan Madrasah juga mengalami dinamika yang berubah, seiring dengan muncul dan berkembangnya ide‑ide pembaharuan Islam di Indonesia.

Bahasa Arab, sebagai salah satu bahasa tertua di dunia, tetap dipertahankan penggunaannya hingga kini, terutama karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam yang menjadikannya lingua franca di wilayah Nusantara sejak abad ke-13.Kedatangan Islam bersama Al-Quran dan Al-Hadits memperkuat fungsi bahasa Arab sebagai bahasa agama dan komunikasi internasional.Di Indonesia, bahasa Arab berkembang bersamaan dengan penyebaran Islam, menggantikan tulisan Pallawa dan tetap relevan dalam pendidikan serta praktik keagamaan.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana integrasi kurikulum Bahasa Arab berbasis teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di pesantren dan madrasah, dengan menguji perbandingan hasil belajar antara model tradisional dan model berbantuan e‑learning. Selanjutnya, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak kebijakan SKB 3 Menteri terhadap kualitas lulusan madrasah dalam menempuh pendidikan tinggi, khususnya dalam hal kompetensi bahasa Arab dan kemampuan berpikir kritis, guna mengidentifikasi faktor‑faktor yang memperkuat atau menghambat transisi tersebut. Terakhir, penelitian komparatif antara lembaga pendidikan Islam formal dan non‑formal dapat mengkaji peran perbedaan metodologi pengajaran Bahasa Arab terhadap persepsi mahasiswa terhadap relevansi bahasa tersebut dalam konteks ekonomi global, sehingga dapat memberikan rekomendasi kebijakan bagi pengembangan program studi Bahasa Arab yang lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Read online
File size381.9 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test