MINDAMASMINDAMAS
INSANCITAINSANCITAArtikel ini – dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode historis, dan studi literatur – mengkaji tentang upaya pembaharuan pendidikan Islam di sebuah Pesantren oleh seorang tokoh Kyai Haji. Tokoh tersebut bernama Abdul Wahid Hasyim, dimana ia mengusulkan kepada ayahandanya, K.H. (Kyai Haji) Hasyim Asyari, untuk melakukan pembaharuan dalam hal metode pengajaran dan cakupan materi ajar di Pesantren Tebuireng. Beberapa usulan itu, pada awalnya, ternyata mendapat penolakan, baik dari masyarakat, ulama, bahkan dari ayahandanya sendiri. Tetapi, kemudian, ide-ide pembaharuan Abdul Wahid Hasyim ada pula yang diterima dan diterapkan di Pesantren Tebuireng, salah satunya dengan mendirikan Madrasah Nizamiyah pada tahun 1934. Adapun aspek-aspek pendidikan Islam yang diperbaharui oleh Abdul Wahid Hasyim, diantaranya, adalah: (1) Tujuan Pendidikan untuk membentuk Santri yang bertakwa dan berwawasan luas; (2) Kurikulum atau “Leerplan dengan dimasukkannya berbagai materi ajar non-agama Islam, seperti Sains, Matematika, Bahasa Inggris, dan Belanda; serta (3) Metode Pengajaran untuk membentuk daya kritis dan inisiatif para Santri di Pesantren.
Abdul Wahid Hasyim lahir pada 1 Juni 1914 di Desa Tebuireng, Jombang, dan memperoleh pendidikan agama secara otodidak karena ayahnya menolak pendidikan kolonial.Selain ilmu agama, ia juga menguasai bahasa Inggris dan Belanda serta menempuh haji pada 1932 yang memperluas wawasan tentang pembaharuan pendidikan Islam.Pengalaman tersebut memotivasi Abdul Wahid Hasyim untuk mengusulkan reformasi pendidikan di Pesantren Tebuireng.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak reforma kurikulum yang diperkenalkan oleh K.H. Abdul Wahid Hasyim terhadap prestasi akademik dan peluang kerja lulusan Pesantren Tebuireng, dengan membandingkan data alumni yang mengikuti program modern dengan alumni pesantren tradisional. Selanjutnya, studi perbandingan metode pengajaran tutorial yang diusulkan oleh Abdul Wahid Hasyim dengan metode tradisional seperti wetonan dan sorogan dapat dilakukan untuk mengukur tingkat perkembangan kemampuan berpikir kritis dan partisipasi aktif santri di lingkungan pesantren. Terakhir, peneliti dapat menelusuri pengaruh pendirian Madrasah Nizamiyah terhadap kebijakan pendidikan nasional pada era pasca‑kolonial, dengan menganalisis dokumen kebijakan serta wawancara para pembuat kebijakan untuk memahami proses difusi ide pembaharuan pendidikan Islam. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang efektivitas inovasi pendidikan Islam serta memberikan dasar empiris bagi perancangan kebijakan pendidikan yang lebih responsif terhadap tantangan modern.
| File size | 567.84 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Jenis penelitian pada studi adalah studi pustaka dengan mengumpulkan buku-buku primer tentang karya dan pemikiran Ahmad Syafii Maarif baik yang ditulisnyaJenis penelitian pada studi adalah studi pustaka dengan mengumpulkan buku-buku primer tentang karya dan pemikiran Ahmad Syafii Maarif baik yang ditulisnya
STAI AL-FURQANSTAI AL-FURQAN Dalam hal internalisasi, pendidik menggunakan metode untuk menginternalisasikannya, yaitu dengan menggunakan beberapa tahap di TMII Roudhotul Quran MiddleDalam hal internalisasi, pendidik menggunakan metode untuk menginternalisasikannya, yaitu dengan menggunakan beberapa tahap di TMII Roudhotul Quran Middle
LAKASPIALAKASPIA Pemikirannya menegaskan bahwa pendidikan Islam harus dipahami sebagai proses holistik dan integral, yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapiPemikirannya menegaskan bahwa pendidikan Islam harus dipahami sebagai proses holistik dan integral, yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Penelitian ini menguji konsep keadilan dalam Islam dan implikasinya terhadap penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat yang semakin plural dan global.Penelitian ini menguji konsep keadilan dalam Islam dan implikasinya terhadap penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat yang semakin plural dan global.
STAIMTASTAIMTA Dalam konteks pendidikan Indonesia yang beragam secara geografis dan budaya, diperlukan metode efektif untuk menumbuhkan toleransi agama. Permainan edukasiDalam konteks pendidikan Indonesia yang beragam secara geografis dan budaya, diperlukan metode efektif untuk menumbuhkan toleransi agama. Permainan edukasi
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Solusi yang diusulkan adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik agar mereka dapat menguasai teknik pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatanSolusi yang diusulkan adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan bagi pendidik agar mereka dapat menguasai teknik pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan
UINGUSDURUINGUSDUR Salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah upacara pernikahan adat Jawa. Dalam setiap langkah yang ada pada upacara pernikahan adat Jawa mengandung makna-maknaSalah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah upacara pernikahan adat Jawa. Dalam setiap langkah yang ada pada upacara pernikahan adat Jawa mengandung makna-makna
UNIRAYAUNIRAYA Pewarisan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan hak milik terhadap ahli waris, yang telah diatur di dalam pasal 584 KUHPerdata, terhadap ketentuanPewarisan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan hak milik terhadap ahli waris, yang telah diatur di dalam pasal 584 KUHPerdata, terhadap ketentuan
Useful /
STITPNSTITPN faktor penyebab kesalahan siswa antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap materi, tidak teliti dalam mengerjakan soal, serta kurangnya minat siswafaktor penyebab kesalahan siswa antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap materi, tidak teliti dalam mengerjakan soal, serta kurangnya minat siswa
UINGUSDURUINGUSDUR Seringkali terdapat hambatan dalam pengelolaan karena banyak faktor yang tidak terintegrasi dalam manajemen pihak-pihak terkait dalam pengelolaan zakat.Seringkali terdapat hambatan dalam pengelolaan karena banyak faktor yang tidak terintegrasi dalam manajemen pihak-pihak terkait dalam pengelolaan zakat.
UINGUSDURUINGUSDUR Literatur fikih dan pendapat ulama lintas mazhab menunjukkan empat pandangan utama mengenai kebolehan perempuan menjadi imam jamaah laki‑laki.meskipunLiteratur fikih dan pendapat ulama lintas mazhab menunjukkan empat pandangan utama mengenai kebolehan perempuan menjadi imam jamaah laki‑laki.meskipun
UINGUSDURUINGUSDUR Penggunaan metode ini mendasari konstruksi fikih kultural yang khas (Indonesia), yang lebih ramah terhadap praktik budaya lokal di Indonesia, namun tetapPenggunaan metode ini mendasari konstruksi fikih kultural yang khas (Indonesia), yang lebih ramah terhadap praktik budaya lokal di Indonesia, namun tetap