UIN MALANGUIN MALANG

IQTISHODUNAIQTISHODUNA

Industri di Indonesia yang bertahan dari krisis 2008 adalah perbankan syariah. Pada kenyataannya, kinerja pertumbuhan pembiayaan perbankan Islam tetap tinggi hingga Februari 2009 dengan posisi yang baik. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh BI Rate dan Produk Domestik Bruto terhadap Kinerja Perbankan Syariah di Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Perbankan Syariah yang terdaftar di Bank Indonesia pada tahun 2010‑2015. Untuk Perbankan Syariah, sampel diambil dengan purposive sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji linearitas, uji autokorelasi, path analysis, dan t‑test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BI Rate berpengaruh tidak langsung terhadap ZPR melalui NPF dengan t‑test –2,07, dan GDP berpengaruh tidak langsung terhadap ZPR melalui CAR dengan t‑test 17,569.

BI Rate, GDP, NPF, dan CAR tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset (ROA) pada perbankan syariah, sedangkan CAR berpengaruh parsial dan signifikan terhadap Zakat Performance Rate (ZPR).Pengaruh tidak langsung BI Rate dan GDP terhadap ROA melalui NPF tidak signifikan, namun GDP berpengaruh tidak langsung terhadap ROA melalui CAR.Selain itu, BI Rate memberikan pengaruh negatif tidak langsung terhadap ZPR melalui NPF, sementara GDP berpengaruh tidak langsung terhadap ZPR melalui CAR.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh variabel makroekonomi lain seperti inflasi dan nilai tukar terhadap Return on Asset dan Zakat Performance Rate pada perbankan syariah untuk melihat apakah terdapat hubungan yang lebih signifikan. Selain itu, studi longitudinal dengan data yang mencakup periode setelah 2015, termasuk dampak pandemi COVID‑19, dapat memberikan wawasan tentang dinamika kinerja perbankan syariah dalam kondisi ekonomi yang berubah-ubah. Selanjutnya, pendekatan metode campuran yang menggabungkan analisis kuantitatif dengan wawancara mendalam kepada manajer risiko dan auditor syariah dapat mengungkap faktor-faktor non‑ekonomik serta praktik manajemen risiko yang memengaruhi kinerja bisnis dan sosial perbankan syariah.

Read online
File size441.35 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test