UINMYBATUSANGKARUINMYBATUSANGKAR

at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islamat-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam

Berbagai hal menyimpang yang marak dan muncul dalam dunia pendidikan di media masa kini cukup membuat kita bergidik dan merasa miris. Pembunuhan dan pelecehan di lingkungan sekolah tidak hanya dilakukan oleh siswa tetapi juga oleh guru. Di sisi lain, terjadi semacam keterputusan dunia pendidikan saat ini dari akar kebudayaannya, yang nilai-nilai historisnya telah membentuk bangsa ini selama berabad-abad. Berangkat dari kegelisahan tersebut, penulis menganalisis bentuk integrasi antara tasawuf akhlaki dan model pembentukan karakter berbasis wisdom art dalam tembang dolanan Ilir-Ilir sebagai hasil kreasi kearifan lokal dari strategi dakwah Sunan Kalijaga. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kajian pustaka dan pendekatan kualitatif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik ilmiah analisis deskriptif dan interpretasi sastra. Temuan dalam penelitian ini adalah terdapat lapisan-lapisan makna dalam tembang dolanan Ilir-Ilir yang mengandung nilai-nilai filosofis-religius, yang mampu menjadi model pembentukan karakter ḥaris dan berjiwa pemimpin dengan kelengkapan karakter tabligh, ṣiddiq, faṭonah, dan amanah. Kesemuanya terintegrasi secara inheren dan koheren. Di sisi lain terdapat relevansi kreasi dakwah Sunan Kalijaga yang berbasis wisdom art pada masa lampau, yang memiliki unsur intrinsik pendidikan luhur yang menebar benih tasawuf akhlaki pada peserta didik usia dini hingga remaja sebagai pembenahan krisis moral.

Tembang dolanan Ilir-Ilir karya Sunan Kalijaga memiliki makna filosofis-religius yang dalam dan dapat dijadikan model pembentukan karakter berbasis wisdom art.Tembang ini secara inheren mengintegrasikan nilai-nilai tasawuf akhlaki dan pendidikan karakter yang saling menguatkan.Integrasi tersebut efektif sebagai upaya pembangunan kualitas diri peserta didik dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal.

Pertama, perlu diteliti bagaimana implementasi tembang Ilir-Ilir dalam pembelajaran sehari-hari di sekolah dasar dapat secara nyata membentuk karakter siswa berbasis nilai tasawuf akhlaki, melalui pendekatan mixed methods untuk mengukur perubahan sikap dan perilaku. Kedua, perlu dikaji pengembangan modul pendidikan karakter berbasis wisdom art yang memadukan tembang dolanan Jawa lainnya dengan prinsip-prinsip tasawuf akhlaki, agar pendekatan ini tidak hanya terbatas pada satu tembang. Ketiga, perlu dilakukan penelitian komparatif tentang efektivitas pembelajaran tembang dolanan dalam membentuk karakter anak usia dini di berbagai daerah Jawa, untuk melihat pengaruh konteks budaya lokal terhadap internalisasi nilai-nilai spiritual dan moral.

Read online
File size669.12 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test