UMSUUMSU

Intiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan IslamIntiqad: Jurnal Agama dan Pendidikan Islam

Penelitian ini mengkaji penerapan scaffolding dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berdasarkan teori sosiokultural. Tujuannya adalah menganalisis bagaimana strategi scaffolding membantu siswa sekolah dasar memahami ajaran Islam melalui interaksi sosial dan pembelajaran terarah, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus yang melibatkan observasi kelas, wawancara guru, dan diskusi kelompok siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa scaffolding meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam PAI; teknik seperti pertanyaan terarah, pemodelan, dan kolaborasi teman sebaya membantu internalisasi nilai‑nilai Islam serta menciptakan lingkungan belajar interaktif yang berpusat pada siswa, sejalan dengan teori sosiokultural Vygotsky. Penelitian ini terbatas pada satu sekolah dasar, sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasi, dan diperlukan studi lanjutan untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang scaffolding dalam berbagai konteks pendidikan.

Penerapan strategi scaffolding berbasis teori sosiokultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 4 di SD Islam Az‑Zahrah Palembang secara signifikan meningkatkan pemahaman dan kemandirian siswa dalam praktik ibadah serta konsep Islam.Teknik seperti modeling, contextualization, schema building, re‑presentasi materi, dan pengembangan metakognisi terbukti efektif menuntun siswa menjadi lebih mandiri dan reflektif, meskipun keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh kompetensi guru, ketersediaan sumber daya, dan keragaman sosiokultural siswa.Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagi guru serta dukungan sumber daya yang memadai agar penerapan scaffolding dapat optimal di berbagai konteks pendidikan.

Penelitian selanjutnya dapat (1) melakukan studi longitudinal yang memantau dampak jangka panjang penerapan scaffolding terhadap kompetensi religius siswa dari kelas 4 hingga kelas 6 di berbagai sekolah dasar, untuk mengidentifikasi perubahan berkelanjutan dalam pemahaman dan praktik keagamaan; (2) mengeksplorasi adaptasi strategi scaffolding dengan mengintegrasikan narasi budaya lokal Palembang, seperti cerita tradisional dan nilai‑nilai kearifan lokal, guna meningkatkan relevansi konteks pembelajaran PAI dan memperkuat keterlibatan siswa; (3) merancang program pengembangan profesional bagi guru yang fokus pada desain scaffolding, pembuatan sumber belajar berbasis multimedia, dan evaluasi implementasi, kemudian mengukur sejauh mana pelatihan tersebut meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan scaffolding secara konsisten serta dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Dengan mengkaji ketiga arah ini, diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang efektivitas scaffolding dalam pendidikan agama serta memberikan pedoman praktis bagi kebijakan pendidikan.

  1. Vol. 4 No. 1 (2024): Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran | Kaisa: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.... doi.org/10.56633/kaisa.v4i1Vol 4 No 1 2024 Kaisa Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Kaisa Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran doi 10 56633 kaisa v4i1
Read online
File size2.09 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test