4141

Jurnal Bisnis TaniJurnal Bisnis Tani

Sawo merupakan salah satu komoditas unggulan di Desa Pendebah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Tetapi, pemasaran sawo masih terkendala harga yang relatif rendah ketika musim panen tiba sehingga berdampak terhadap pendapatan petani. Hal ini bisa dicarikan solusi salah satunya dengan menciptakan nilai tambah dari sawo tersebut untuk dapat meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian ini yaitu (1) menganalisis pendapatan usaha pengolahan sawo dan (2) menganalisis nilai tambah olahan sawo menjadi produk olahan pangan. Penelitian ini dilakukan secara sengaja di Desa Pendebah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan bersih bulanan adalah Rp 2.393.500, usaha ini mengelola biaya dengan efektif dan menghasilkan pendapatan lebih besar daripada biaya operasional, hasil Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 1,19. Ini menunjukkan efisiensi manajemen biaya produksi dan penjualan. Namun, perlu diperhatikan bahwa rasio yang terlalu tinggi dapat menunjukkan penghematan biaya yang berlebihan, yang dapat menyebabkan produk atau layanan tidak berkualitas. Selain itu, hasil analisis menunjukkan bahwa proses pengolahan brownies sawo memiliki nilai tambah tinggi dengan tiga indikator nilai tambah, dengan keuntungan sebesar 87,8%. Ini menunjukkan bahwa pengolahan brownies sawo sangat menguntungkan secara finansial karena tidak hanya menghemat sumber daya tetapi juga efektif.

Produksi brownies sawo rata-rata 250 loyang per bulan dengan harga jual Rp 60.000 per loyang menghasilkan penerimaan Rp 15.000 per bulan dan pendapatan bersih Rp 2.Revenue Cost Ratio (RCR) sebesar 1,19 menunjukkan pengelolaan biaya yang efektif.Nilai tambah pada proses pengolahan brownies sawo mencapai 78,4% dengan marjin pemasaran Rp 153.000 per tahun dan keuntungan 87,8%, masuk kategori tinggi.Proses pengolahan ini efisien dan menguntungkan, menjadikannya model yang baik dalam industri makanan ringan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh metode pengolahan alternatif seperti fermentasi atau pengeringan pada nilai tambah produk sawo. Selain itu, studi tentang potensi pengembangan produk olahan sawo lainnya seperti minuman atau bahan baku kosmetik perlu dilakukan untuk memperluas penerapan nilai tambah. Terakhir, penelitian tentang strategi pemasaran yang efektif untuk meningkatkan akses pasar luas dan mengurangi ketergantungan pada pasar lokal dapat menjadi arah baru untuk meningkatkan pendapatan petani.

  1. Analisis Nilai Tambah Pengolahan Ikan Lemuru Menggunakan Metode Hayami | Aji | Jurnal Ilmiah Teknik Industri.... doi.org/10.23917/jiti.v17i1.5611Analisis Nilai Tambah Pengolahan Ikan Lemuru Menggunakan Metode Hayami Aji Jurnal Ilmiah Teknik Industri doi 10 23917 jiti v17i1 5611
Read online
File size170.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test