STAI ALHIDAYAHSTAI ALHIDAYAH

al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikanal-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan

Manusia yang berkarakter menjadi tujuan dari semua konsep pendidikan. Program pendidikan karakter yang digalakan di Indonesia menjadi sangat penting setelah sebelumnya proses pendidikan dianggap belum mencapai tujuan. Al-Quran sudah memberikan kriteria dan konsep pendidikan karakter, salah satunya dalam surat An-Nahl ayat 90-93. Tulisan ini bertujuan untuk menggali kandungan surat An-Nahl ayat 90-93 tentang konsep pendidikan karakter. Sejalan dengan itu, tiga pertanyaan diajukan: a) Bagaimana tafsir al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93. b) Bagaimana konsep pendidikan karakter dalam al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93?. b) Bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam al-Quran Q.S. An-Nahl Ayat 90-93?. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) yang berjenis deskriptif kualitatif. Sumber dalam penelitian ini berasal dari berbagai literature seperti buku, jurnal, skripsi, thesis dan disertasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam ketiga ayat itu tercakup sikap yang harus dimiliki seperti adil, ihsan dan ita (siap membantu sesama) serta larangan untuk terjauh dari sikap fahsya, munkar, dan baghy.

Berdasarkan uraian pada pembahasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa.Para mufassir cenderung sama dalam menafsirkan surat An-Nahl ayat 90 ini, baik dalam tafsiran al-maraghi, al-misbah dan al-jalalain.Ketiganya menjelaskan bahwa ayat ini berisi tentang perintah dan larangan.Perintah untuk memiliki sikap adil, ihsan, dan ita (siap membantu sesama) serta larangan untuk terjauh dari sikap fahsya, munkar dan baghy.Pendidikan agama islam mencakup dua aspek, yaitu teoritis dan praktik.secara teori, siswa memiliki pemahaman tentang nilai-nilai agama dan secara praktik berani untuk mengimplementasikannya.Pun dengan pendidikan karakter yang terdapat dalam surat An-Nahl ayat 90, mesti ditanamkan sejak dini sehingga ketika menginjak usia dewasa para siswa memiliki sikap yang baik (adil, ihsan, dan ita), serta terjauh dari sikap jelek (fahsya, munkar dan baghy).

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai karakter yang terkandung dalam QS. An-Nahl ayat 90-93 dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan formal, khususnya pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami konsep-konsep tersebut secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam menanamkan nilai-nilai karakter di lingkungan keluarga, terutama pada usia dini. Dengan memahami bagaimana orang tua berhasil membentuk karakter anak-anak mereka, kita dapat mengembangkan model-model pendidikan karakter yang lebih efektif dan relevan. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan di berbagai negara atau budaya. Hal ini dapat memberikan wawasan berharga tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program pendidikan karakter, serta membantu kita mengembangkan strategi yang lebih adaptif dan kontekstual.

Read online
File size502.91 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test