PRISMASEJAHTERAPRISMASEJAHTERA

Darma CendekiaDarma Cendekia

Perkembangan Iptek memengaruhi cara berinteraksi di masyarakat. Penyimpangan bahasa membuat pola interaksi yang tidak selaras dengan kesantunan para penutur Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia juga memiliki nilai luhur yang berperan membentuk budaya sopan santun dalam interaksi keseharian masyarakat. Penggunaan bahasa Indonesia merepresentasikan tata krama dan budi pekerti yang menjadi identitas dalam bermasyarakat. Tujuan dalam hal ini merupakan penanaman kesadaran dalam pengoptimalan dan perbaikan kesadaran anak dalam menerapkan kesantunan berbahasa di lingkungan keluarga dan masyarakat. Metode ceramah dan edukasi langsung (direct learning) melalui pemaparan konsep, pendekatan dari penerapan kesantunan berbahasa anak, praktek dalam penerapan kesantunan berbahasa dan pemanfaatan media dalam memupuk kesantunan berbahasa anak. Hasil kegiatan ini yaitu: 1) Peran orang tua dalam pendidikan bahasa, 2) Memahami konsep kesantunan berbahasa di lingkungan masyarakat.

Kesantunan berbahasa merupakan bagian penting dalam berkomunikasi terutama dalam keseharian.Kekhawatiran orang tua selaku warga di lingkungan RW 007 mendorong perangkat RW 007 untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada.Di mana kesantunan berbahasa ini berkaitan erat dengan interaksi sosial.Hal ini pun dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam berinteraksi sosial dan mengakibatkan adanya keributan.Untuk itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan dalam peningkatan kesantunan berbahasa khususnya di lingkup masyarakat.Kesantunan berbahasa sebagai langkah awal dalam penanaman nilai santun dalam menjalani interaksi dalam kehidupan sehari-hari.Khususnya pada kegiatan berbicara, bertukar pikiran, menyampaikan ide gagasan, dan interaksi berbahasa pada siapapun dan kapanpun.Memahami pentingnya menerapkan kesantunan, bahwa budaya dalam berinteraksi dan bagaimana seseorang dapat dilihat sebagai insan yang memiliki pekerti ketika berkomunikasi merupakan kewajiban semua orang dalam menjaganya.Hal ini penting diterapkan selain menjaga kesantunan, hal ini merupakan warisan budaya masyarakat Indonesia yang mementingkan nilai dalam meningkatkan derajat orang lain sehingga merasa saling menghargai satu sama lain ketika berinteraksi pada siapa pun dan di mana pun.

Berdasarkan hasil penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa saran penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh media sosial dan teknologi terhadap penggunaan bahasa anak di lingkungan RW 007. Kedua, penelitian tentang strategi pendidikan orang tua dalam menanamkan kesantunan berbahasa kepada anak-anak mereka. Ketiga, penelitian tentang dampak sosialisasi kesantunan berbahasa terhadap perilaku anak dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan melakukan penelitian-penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah kesantunan berbahasa di lingkungan RW 007 dan menemukan solusi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesantunan berbahasa di kalangan anak-anak.

  1. Sosialisasi Kesantunan Berbahasa di Lingkungan RW 007 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan | Darma... jurnal.prismasejahtera.com/index.php/darmacendekia/article/view/181Sosialisasi Kesantunan Berbahasa di Lingkungan RW 007 Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan Darma jurnal prismasejahtera index php darmacendekia article view 181
Read online
File size1.48 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test