JURNALSYNTAXADMIRATIONJURNALSYNTAXADMIRATION

Jurnal Syntax AdmirationJurnal Syntax Admiration

Konsentrasi belajar siswa, kemampuan bahasa siswa, dan kompetensi guru sangat penting dalam pencapaian perkembangan siswa pada pendidikan usia dini. Ketiga kompetensi tersebut pada Kelompok Bermain XYZ di Jakarta belum berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode bermain tepuk pada kompetensi guru, perkembangan konsentrasi belajar siswa, peningkatan kemampuan bahasa siswa, serta penerapan proses pembelajaran di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru mengalami peningkatan dari Siklus 1 ke Siklus 2 dengan N-Gain sebesar 0,3, namun dari Siklus 2 ke Siklus 3 tidak terjadi peningkatan karena nilai N-Gain masih sama (0,3). Sementara itu perbandingan kompetensi guru dari Siklus 1 ke Siklus 3 mencapai perkembangan yang baik, karena nilai N-Gain mencapai 0,6. Konsentrasi belajar siswa mengalami peningkatan, tampak dari N-Gain dari Siklus 1 ke Siklus 2 diperoleh nilai peningkatan 0,4. Kemudian N-Gain dari Siklus 2 ke Siklus 3 diperoleh nilai peningkatan 0,6. Kemampuan bahasa siswa mengalami peningkatan N-Gain dari Siklus 1 ke Siklus 2 diperoleh nilai peningkatan 0,4. Kemudian N-Gain dari Siklus 2 ke Siklus 3 diperoleh nilai peningkatan 0,5.

Penelitian tindakan kelas (PTK) di Kelompok Bermain XYZ Jakarta menunjukkan bahwa penerapan metode bermain tepuk sesuai tema berhasil meningkatkan konsentrasi dan kemampuan bahasa anak, meski tidak menunjukkan peningkatan pada kompetensi guru.Selama tiga siklus, kompetensi guru meningkat dengan N-Gain tetap 0,3, yang menunjukkan hasil sedang.Namun, konsentrasi belajar anak meningkat dengan N-Gain dari 0,4 pada Siklus 1-2 menjadi 0,6 pada Siklus 2-3, dan kemampuan bahasa anak juga meningkat dari 0,4 menjadi 0,5 selama periode yang sama.Hasil ini mengindikasikan bahwa metode bermain tepuk efektif untuk meningkatkan konsentrasi dan kemampuan bahasa anak, meski tidak berdampak pada peningkatan kompetensi guru.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas metode bermain tepuk dengan variasi tema yang lebih kreatif untuk memperkuat daya ingat dan ekspresi bahasa anak. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang penggunaan teknologi interaktif, seperti aplikasi berbasis game, untuk memperpanjang durasi konsentrasi belajar anak. Terakhir, penelitian dapat fokus pada pengembangan kompetensi guru melalui pelatihan khusus dalam mengintegrasikan metode bermain tepuk dengan kurikulum merdeka belajar yang lebih fleksibel.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.stitpn.ac.id/index.php/assabiqun/article/view/1694One moment please one moment please wait request verified ejournal stitpn ac index php assabiqun article view 1694
Read online
File size191.03 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test