POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3
JKEPJKEPRemaja putri dapat dipersiapkan untuk menghadapi menarche dengan memberikan mereka pengetahuan dan dukungan selama masa ini. Hal ini akan membuat mereka lebih tenang dan siap menerima datangnya menarche. Hasil studi pendahuluan pada siswa sekolah dasar yang telah mengalami menarche melaporkan merasa malu dan takut mengalami menarche dan tidak mendapatkan informasi tentang menarche dari ibu. Alasan ibu tidak memberikan informasi menarche ke remaja putrinya karena merasa belum siap. Adanua media daring atau E-Mobile, diharapkan ibu dapat mengatasi rasa malu mereka sambil mendidik remaja putri secara pribadi. Tujuan penelitian ini adalah untuk uji coba efektivitas penggunaan E-Mobile dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi dan mempersiapkan remaja putri menghadapi menarche. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan uji t-test. Penelitian berlangsung dari Maret hingga Desember 2023, di salah satu di Jakarta Timur. Responden penelitian terdiri dari siswi kelas 4 dan 5 yang belum mengalami menarche. Kuesioner yang digunakan mencakup topik kesehatan reproduksi remaja, kesiapan menghadapi menarche, serta pendapat tentang aplikasi informasi menarche. Uji t-test berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan antara pemahaman remaja putri mengenai persiapan menarche dan kesehatan reproduksi di awal (pre test) dan hasil pemahaman (post test) dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari α (0,05). Perbandingan kesiapan awal (pre test) remaja putri dengan hasil kesiapan (post test) setelah mendapatkan informasi kesehatan reproduksi melalui aplikasi menarche juga menunjukkan nilai p value sebesar 0,000 (α <0,05). Pengunaan E-Mobile dapat meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dan kesiapan remaja putri dalam menhghadapi menarche.
Berdasarkan hasil studi yang dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi dan media yang tepat, seperti aplikasi edukasi dan video, memberikan dampak signifikan pada pemahaman dan kesiapan remaja putri dalam menghadapi menarche.Peningkatan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, terutama menstruasi, dapat dicapai melalui pendidikan yang efektif.Penelitian menunjukkan bahwa remaja yang terpapar materi edukasi melalui media interaktif menunjukkan peningkatan pemahaman dan sikap positif yang berkontribusi pada kesiapan mereka menghadapi perubahan fisiologis tersebut.
Penelitian berikutnya dapat mengarah pada tiga area pengembangan utama. Pertama, penting untuk membandingkan sejauh mana efektivitas aplikasi dengan konten interaktif seperti game dan kuis dibandingkan dengan media video pasif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapan jangka panjang remaja putri menghadapi menarche. Kedua, sebuah studi bisa mengembangkan dan mengevaluasi program pendampingan bersama antara ibu dan putri mereka melalui aplikasi terpadu yang dirancang khusus untuk meningkatkan komunikasi terbuka dan mengurangi kecemasan. Pertanyaan utamanya adalah apakah pendekatan kolaboratif ini lebih efektif daripada pendidikan yang diberikan hanya kepada remaja. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menguji penerapan aplikasi serupa di luar kota besar, seperti di daerah pedesaan atau terpencil yang memiliki tantangan akses internet dan norma budaya berbeda. Tujuannya adalah untuk menilai bagaimana penyesuaian konten dengan konteks lokal mempengaruhi penerimaan dan dampak nyata dari aplikasi tersebut bagi masyarakat.
- HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SDN ASRIKATON... journal2.um.ac.id/index.php/preventia/article/view/5923HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUASI DENGAN KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI SDN ASRIKATON journal2 um ac index php preventia article view 5923
- PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI DAN POWER POINT TERHADAP PENGETAHUAN... jurnal.mercubaktijaya.ac.id/index.php/mercusuar/article/view/232PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA VIDEO ANIMASI DAN POWER POINT TERHADAP PENGETAHUAN jurnal mercubaktijaya ac index php mercusuar article view 232
- MEDIA APLIKASI HEAGER (HEALTH TEENAGER) MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG MENARCHE | Rofi'ah | Jurnal... ejournal.poltekkes-smg.ac.id/ojs/index.php/JSK/article/view/9599MEDIA APLIKASI HEAGER HEALTH TEENAGER MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG MENARCHE Rofiah Jurnal ejournal poltekkes smg ac ojs index php JSK article view 9599
| File size | 330.95 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Sampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan pendidikan kesehatanSampel dalam penelitian ini sebanyak 32 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan pendidikan kesehatan
PTTIPTTI Konseling dilakukan selama kegiatan posyandu lansia di Watugajah VI Padukuhan, menggunakan media seperti presentasi PowerPoint dan pamflet. Hasil konselingKonseling dilakukan selama kegiatan posyandu lansia di Watugajah VI Padukuhan, menggunakan media seperti presentasi PowerPoint dan pamflet. Hasil konseling
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen sungguhan dengan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Ambarawa, Indonesia,Metode: Penelitian ini merupakan eksperimen sungguhan dengan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest, dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Ambarawa, Indonesia,
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Berlandaskan hasil FGD dan wawancara dengan Majelis Adat Aceh, ibu pascapersalinan, kader, dan tenaga kesehatan, penelitian ini mengidentifikasi tiga temaBerlandaskan hasil FGD dan wawancara dengan Majelis Adat Aceh, ibu pascapersalinan, kader, dan tenaga kesehatan, penelitian ini mengidentifikasi tiga tema
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Setelah diberikan manajemen stres, sebagian besar responden beralih ke tingkat stres sedang. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh manajemenSetelah diberikan manajemen stres, sebagian besar responden beralih ke tingkat stres sedang. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh manajemen
MAHARDIKAMAHARDIKA Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan lima sampel. Analisis data dilakukan secara bivariat dan univariatMetode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan lima sampel. Analisis data dilakukan secara bivariat dan univariat
UPERTISUPERTIS Pada tahun 2013, terdapat 168 pasien hipertensi, yang meningkat menjadi 190 pada tahun 2014, dan mencapai 225 pada tahun 2015. Salah satu manajemen non-farmakologisPada tahun 2013, terdapat 168 pasien hipertensi, yang meningkat menjadi 190 pada tahun 2014, dan mencapai 225 pada tahun 2015. Salah satu manajemen non-farmakologis
UISUUISU Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 51,700, sedangkan t-tabel pada taraf signifikansi 5% dan df 12 adalah 2,179. Nilai t-hitung lebihHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 51,700, sedangkan t-tabel pada taraf signifikansi 5% dan df 12 adalah 2,179. Nilai t-hitung lebih
Useful /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Terdapat perbedaan bermakna antara waktu pemulihan paska hemodialisis dengan kepatuhan diet dengan p value 0. 05) dan sebagian besar waktu pemulihan paskaTerdapat perbedaan bermakna antara waktu pemulihan paska hemodialisis dengan kepatuhan diet dengan p value 0. 05) dan sebagian besar waktu pemulihan paska
UNMAUNMA zibethinus montong. cepa berpengaruh terhadap pertumbuhan akar dalam meningkatkan pertambahan panjang akar bibit D. cepa pada konsentrasi 65% mampu meningkatkanzibethinus montong. cepa berpengaruh terhadap pertumbuhan akar dalam meningkatkan pertambahan panjang akar bibit D. cepa pada konsentrasi 65% mampu meningkatkan
UPERTISUPERTIS Upaya mengatasi permasalahan KEP pada anak dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berupa substitusi tepung kedelai pada brownies kukus. PenelitianUpaya mengatasi permasalahan KEP pada anak dapat dilakukan melalui diversifikasi pangan berupa substitusi tepung kedelai pada brownies kukus. Penelitian
UPERTISUPERTIS Pengumpulan data menggunakan FAS sheet dan uji statistik Paired T-Test. Hasil menunjukkan rata-rata fatigue sebelum intervensi 29,917, setelah intervensiPengumpulan data menggunakan FAS sheet dan uji statistik Paired T-Test. Hasil menunjukkan rata-rata fatigue sebelum intervensi 29,917, setelah intervensi