JBASICJBASIC
Jurnal BasiceduJurnal BasiceduPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penguatan proyek Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam membangun karakter siswa sekolah dasar, menggunakan pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis. Penelitian ini mengkaji berbagai studi nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi proyek P5 di sekolah dasar dilakukan melalui pendekatan berbasis tema, budaya lokal, isu sosial, dan lingkungan yang relevan dengan situasi sekolah. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa nilai-nilai karakter yang paling dominan diperkuat dalam proyek P5 adalah kerja sama, kemandirian, kreativitas, dan berpikir kritis. Proyek P5 telah terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa melalui pengalaman belajar yang melibatkan kerja sama tim, berpikir kritis, dan koneksi dengan dunia nyata. Namun, tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum sepenuhnya dimiliki oleh guru, keterbatasan waktu, dan kurangnya sumber daya. Untuk meningkatkan implementasi proyek P5, diperlukan peningkatan keterampilan guru, kebijakan sekolah yang mendukung, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat.
Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di sekolah dasar secara konsisten berkontribusi pada pembentukan karakter siswa, terutama dalam aspek gotong royong, kemandirian, berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab sosial.Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan project-based character education relevan dan efektif dalam membentuk karakter berbasis pengalaman nyata (experiential character formation), sejalan dengan arah Kurikulum Merdeka dan kompetensi abad ke-21.Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka tematik implementasi P5 yang mengidentifikasi empat elemen kunci keberhasilan, yaitu fleksibilitas konteks lokal, peran guru sebagai perancang pengalaman, kolaborasi sekolah–keluarga–masyarakat, serta evaluasi karakter yang bersifat autentik dan reflektif.Secara praktis, hasil penelitian ini merekomendasikan agar sekolah merancang proyek berbasis realitas lokal, menyediakan pelatihan intensif bagi guru, dan membangun kemitraan eksternal agar ekosistem pendidikan karakter berjalan berkelanjutan.Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi model evaluasi karakter berbasis data autentik serta perbandingan implementasi P5 pada konteks sekolah kota dan desa untuk memperkuat generalisasi temuan.
Untuk meningkatkan implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), diperlukan peningkatan keterampilan guru dalam merancang dan melaksanakan proyek berbasis realitas lokal. Selain itu, penting untuk mengembangkan kebijakan sekolah yang mendukung implementasi P5 secara optimal, serta mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam ekosistem pendidikan karakter. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model evaluasi karakter yang autentik dan reflektif, serta melakukan perbandingan implementasi P5 antara sekolah kota dan desa untuk memahami perbedaan dan tantangan yang dihadapi masing-masing konteks.
- PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TITASKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS IV PADA PEMBELAJARAN... doi.org/10.58917/aijes.v4i2.289PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TITASKAT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PESERTA DIDIK KELAS IV PADA PEMBELAJARAN doi 10 58917 aijes v4i2 289
- Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Menanamkan Nilai Karakter Anak Usia... jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/1427Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila P5 dalam Menanamkan Nilai Karakter Anak Usia jurnal dikpora jogjaprov go index php jurnalideguru article view 1427
| File size | 353.36 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
JBASICJBASIC Perundungan di lingkungan sekolah tidak hanya menimbulkan tekanan psikologis pada korban, seperti kecemasan, ketakutan, dan hilangnya rasa percaya diri,Perundungan di lingkungan sekolah tidak hanya menimbulkan tekanan psikologis pada korban, seperti kecemasan, ketakutan, dan hilangnya rasa percaya diri,
JBASICJBASIC Strategi yang efektif meliputi pengembangan profesional guru, kolaborasi sekolah dan masyarakat, serta integrasi media digital secara kontekstual. KebaruanStrategi yang efektif meliputi pengembangan profesional guru, kolaborasi sekolah dan masyarakat, serta integrasi media digital secara kontekstual. Kebaruan
JBASICJBASIC Kajian ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang aktivitas pembelajaran dan instrumen evaluasi yang seimbang dengan ketiganya. Penelitian iniKajian ini menekankan pentingnya peran guru dalam merancang aktivitas pembelajaran dan instrumen evaluasi yang seimbang dengan ketiganya. Penelitian ini
JBASICJBASIC Peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia erat kaitannya dengan transformasi kompetensi guru yang meliputi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.Peningkatan mutu pendidikan dasar di Indonesia erat kaitannya dengan transformasi kompetensi guru yang meliputi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
JBASICJBASIC Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media ular tangga dalam meningkatkan kompetensi siswaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media ular tangga dalam meningkatkan kompetensi siswa
JBASICJBASIC Sebelum pelaksanaan edukasi, tingkat kesiapsiagaan umumnya berada pada kategori sedang hingga rendah. Setelah program edukasi diberikan, terjadi peningkatanSebelum pelaksanaan edukasi, tingkat kesiapsiagaan umumnya berada pada kategori sedang hingga rendah. Setelah program edukasi diberikan, terjadi peningkatan
JBASICJBASIC Dengan penguatan regulasi, pengawasan berlapis, dan tata kelola teknis-koperatif lintas sektor, MBG berpotensi menjadi intervensi pendidikan dan kesehatanDengan penguatan regulasi, pengawasan berlapis, dan tata kelola teknis-koperatif lintas sektor, MBG berpotensi menjadi intervensi pendidikan dan kesehatan
JBASICJBASIC Respon peserta didik kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 86,9% dan kelompok besar sebesar 88,5% dengan kriteria “sangat baik. Hasil penelitianRespon peserta didik kelompok kecil mendapatkan presentase sebesar 86,9% dan kelompok besar sebesar 88,5% dengan kriteria “sangat baik. Hasil penelitian
Useful /
JBASICJBASIC Namun, terdapat kelemahan dalam pengorganisasian kegiatan dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan komunikasi,Namun, terdapat kelemahan dalam pengorganisasian kegiatan dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan komunikasi,
JBASICJBASIC Kegiatan tersebut membantu siswa berinteraksi dengan teman sebaya, berani mengemukakan pendapat, serta mengingat materi dengan lebih mudah. Selain itu,Kegiatan tersebut membantu siswa berinteraksi dengan teman sebaya, berani mengemukakan pendapat, serta mengingat materi dengan lebih mudah. Selain itu,
JBASICJBASIC keterbatasan ketersediaan sekolah inklusif di wilayah Kabupaten Deli Serdang, ketiadaan Guru Pendamping Khusus (GPK), minimnya pemahaman guru terhadapketerbatasan ketersediaan sekolah inklusif di wilayah Kabupaten Deli Serdang, ketiadaan Guru Pendamping Khusus (GPK), minimnya pemahaman guru terhadap
JBASICJBASIC Hasil yang diperoleh yaitu anak usia 4 tahun telah menguasai beberapa kata sapaan kekerabatan baik dalam bentuk bahasa ibu yaitu bahasa daerah maupun jugaHasil yang diperoleh yaitu anak usia 4 tahun telah menguasai beberapa kata sapaan kekerabatan baik dalam bentuk bahasa ibu yaitu bahasa daerah maupun juga