LOCUSMEDIALOCUSMEDIA

Locus: Jurnal Konsep Ilmu HukumLocus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum

Pelaku usaha menjadi fokus kajian ini, yang mengkaji tentang konsekuensi OSS berbasis elektronik. Dengan tujuan untuk memudahkan operasional perusahaan yang terkait hukum, penelitian ini akan mengkaji dampak Perizinan Usaha Berbasis Risiko dan konsekuensi Online Single Submission (OSS) terhadap berbagai pelaku usaha. Kajian ini membahas tentang penelitian hukum normatif. Temuan kajian ini menjelaskan implikasi OSS bagi pelaku usaha, yang akan memperoleh manfaat dari peningkatan layanan perizinan yang lebih mudah diakses dari mana saja (rumah atau kantor) dan memungkinkan pengunggahan semua dokumen yang diperlukan secara elektronik. Selain itu, pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menaati hukum dan sikap serta profesionalisme penegak hukum dalam menjalankan tugasnya merupakan indikator keberhasilan Perizinan Usaha Berbasis Risiko dalam konteks Kemudahan Berusaha yang terkait dengan budaya hukum. Karena sistem yang terintegrasi ini mampu memberikan keterbukaan informasi kepada publik dan membatasi peluang terjadinya KKN dalam Perizinan Berusaha, OSS berfungsi sebagai media penyelesaian sengketa antara pelaku usaha dengan otoritas pemerintah.

Implementasi sistem Online Single Submission (OSS) berbasis elektronik telah secara signifikan memperbaiki layanan perizinan bagi pelaku usaha, dengan menyederhanakan proses, mempercepat waktu pemrosesan, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi.OSS juga memberdayakan pelaku usaha melalui akses informasi yang lebih mudah dan mendorong kepatuhan terhadap regulasi, sementara indikator efektivitasnya mencakup peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan profesionalisme penegak hukum.Secara krusial, sistem elektronik terintegrasi ini, khususnya dengan pendekatan berbasis risiko, memastikan transparansi informasi publik, mengurangi peluang terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta berfungsi sebagai medium penting untuk penyelesaian sengketa antara pelaku usaha dan otoritas pemerintah.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada evaluasi empiris untuk mengukur dampak dan efektivitas sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko secara nyata di lapangan. Studi mendatang dapat melakukan survei atau wawancara mendalam dengan berbagai pelaku usaha dari beragam sektor dan skala, termasuk UMKM, untuk memahami persepsi, tantangan, dan manfaat aktual yang mereka rasakan saat menggunakan OSS dalam proses perizinan. Hal ini penting karena penelitian ini masih bersifat normatif, sehingga data empiris akan memberikan gambaran komprehensif mengenai implementasi sistem ini dalam realitas sosial. Selain itu, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana budaya hukum masyarakat Indonesia secara konkret memengaruhi keberhasilan OSS dalam menekan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta dalam memfasilitasi penyelesaian sengketa. Studi dapat mengeksplorasi sejauh mana peningkatan kesadaran hukum masyarakat dan profesionalisme aparat penegak hukum benar-benar berkorelasi dengan penurunan insiden KKN dan peningkatan kepercayaan publik terhadap sistem perizinan yang transparan ini. Terakhir, melihat tantangan yang mungkin dihadapi pelaku usaha yang kurang melek teknologi, penelitian dapat mengidentifikasi secara spesifik hambatan-hambatan dalam adopsi dan pemanfaatan optimal OSS. Studi ini bisa mengusulkan model pendampingan atau sosialisasi yang paling efektif untuk menjembatani kesenjangan digital di kalangan pelaku usaha, memastikan bahwa semua pihak dapat mengakses dan memanfaatkan sistem ini secara maksimal, sehingga tujuan kemudahan berusaha dapat tercapai secara merata. Ini akan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan kebijakan dan strategi implementasi di masa depan.

  1. Online Single Submission Risk Based Approach: Conflict of Authority Between Central and Local Government... doi.org/10.56128/ljoalr.v1i4.69Online Single Submission Risk Based Approach Conflict of Authority Between Central and Local Government doi 10 56128 ljoalr v1i4 69
Read online
File size364.51 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test