UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU

Madania: Jurnal Kajian KeislamanMadania: Jurnal Kajian Keislaman

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana metode resolusi konflik yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW dapat diimplementasikan dalam menciptakan perdamaian di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan, pascakonflik antarkelompok. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis relevansi prinsip-prinsip perdamaian Rasulullah SAW, khususnya yang tercermin dalam Piagam Madinah, dalam konteks sosial dan kultural masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, aparat desa, dan korban konflik. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitik untuk mengidentifikasi kesesuaian nilai-nilai resolusi konflik Rasulullah SAW dengan praktik lokal dalam membangun harmoni pascakonflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam Piagam Madinah seperti keadilan, perlindungan hak, toleransi antaragama, serta persamaan di hadapan hukum menjadi inspirasi dalam proses rekonsiliasi di Balinuraga. Pendekatan inklusif dan humanis yang menekankan keadilan restoratif terbukti mampu meredam konflik lanjutan dan membangun kembali kepercayaan antarkelompok. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model resolusi konflik berbasis nilai-nilai Islam yang kontekstual, serta memperkuat pentingnya semangat pluralisme, anti-diskriminasi, dan solidaritas sosial dalam membangun perdamaian berkelanjutan di masyarakat multikultural.

Penelitian ini menunjukkan bahwa metode resolusi konflik yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW, khususnya yang tercermin dalam Piagam Madinah, dapat diimplementasikan dalam menciptakan perdamaian di masyarakat.Nilai-nilai seperti keadilan, toleransi, dan persamaan di hadapan hukum menjadi inspirasi dalam proses rekonsiliasi.Pendekatan inklusif dan humanis terbukti efektif dalam meredam konflik dan membangun kembali kepercayaan antarkelompok, sehingga berkontribusi pada pengembangan model resolusi konflik berbasis nilai-nilai Islam yang kontekstual.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara pendekatan resolusi konflik yang diterapkan di Balinuraga dengan pendekatan serupa di daerah lain yang mengalami konflik sosial, untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan dan tantangan yang dihadapi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran aktif perempuan dalam proses mediasi dan rekonsiliasi, mengingat potensi mereka sebagai agen perubahan yang signifikan dalam membangun perdamaian. Ketiga, penting untuk mengembangkan program pelatihan bagi tokoh masyarakat dan aparat desa mengenai keterampilan mediasi dan resolusi konflik berbasis nilai-nilai Islam, guna meningkatkan kapasitas mereka dalam menangani potensi konflik di tingkat lokal. Dengan demikian, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih resilien, inklusif, dan mampu membangun perdamaian berkelanjutan.

  1. Internalization of Islamic Educational Values in Social Mediation Practices: A Case Study of Balinuraga... doi.org/10.29300/madania.v29i1.7906Internalization of Islamic Educational Values in Social Mediation Practices A Case Study of Balinuraga doi 10 29300 madania v29i1 7906
Read online
File size307.79 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test