UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Jembatan Suramadu telah beroperasi selama tiga tahun, namun hingga kini belum dapat meningkatkan pembangunan ekonomi di Madura. Masyarakat mengeluhkan bahwa realisasi Suramadu justru membuat mereka terpuruk karena dominasi modal besar, meskipun sebagian mengklaim memperoleh peluang bisnis dengan keuntungan tinggi. Penelitian ini mengkaji apakah kepuasan masyarakat dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan agama terpenuhi secara keseluruhan atau parsial setelah realisasi jembatan, serta aspek mana yang paling dominan, dengan menggunakan metode kuantitatif; hasil regresi menunjukkan koefisien determinasi R² = 0,835, dimana variabel sosial memberikan kontribusi paling besar (β = 0,415) terhadap kepuasan masyarakat di Kabupaten Bangkalan.

Analisis regresi menunjukkan bahwa keempat variabel independen (aspek sosial, ekonomi, budaya, dan agama) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat sekitar Jembatan Suramadu, dengan aspek sosial memberikan kontribusi terbesar (β = 0,415).Koefisien determinasi sebesar 0,835 mengindikasikan bahwa 83,5% variansi kepuasan dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut.Semua uji t menunjukkan signifikan pada tingkat 5%, menegaskan keberlanjutan pengaruh masing‑masing aspek.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan studi longitudinal untuk memantau perubahan kepuasan masyarakat secara bertahap selama dekade berikutnya, sehingga dapat mengidentifikasi efek jangka panjang realisasi Jembatan Suramadu pada dimensi sosial, ekonomi, budaya, dan agama. Selain itu, diperlukan penelitian komparatif antara Jembatan Suramadu dan infrastruktur penyeberangan serupa di wilayah lain, guna mengevaluasi faktor‑faktor kontekstual yang memperkuat atau melemahkan kontribusi masing‑masing aspek terhadap kepuasan publik. Selanjutnya, sebuah kajian kualitatif mendalam tentang persepsi komunitas informal, seperti pedagang kaki lima dan nelayan, dapat mengungkap dinamika adaptasi ekonomi serta perubahan nilai budaya yang tidak terdeteksi oleh pendekatan kuantitatif, memberikan gambaran yang lebih holistik bagi perumusan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Penelitian tersebut juga dapat menyertakan analisis kebijakan lokal mengenai regulasi penggunaan lahan di sekitar area jembatan, untuk menilai apakah intervensi pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi tanpa menimbulkan konflik sosial. Akhirnya, pemodelan spasial berbasis GIS dapat diterapkan untuk memetakan distribusi manfaat ekonomi dan perubahan pola mobilitas, sehingga dapat memberikan rekomendasi penempatan fasilitas publik yang lebih efektif.

Read online
File size474.8 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test