UNTAGUNTAG
JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikIndigenous village as a community organization in Bali has its own character which is different than other organizations. Organization customary village has a goal: jagadhita sarwa sami Hita (Prosperous Spiritual Material), and sukerta Prahyangan governance, governance sukerta Palemahan Pawongan and sukreta governance. Organization customary village has a position that is very important and strategic in dealing with various problems of development. The research problems, a. How can organizational culture indigenous villages were able to maintain the existence of indigenous villages under construction in the traditional village and Gerana Badung Seseh? b. How can the effectiveness of customary village organizations in development in indigenous villages and indigenous villages Gerana Seseh Badung? c. How the existence of the traditional village and village customs Seseh Gerana under construction in Badung? Penelian qualitative research method used. Results pelitian, organizational culture, organizational effectiveness, and the existence of customary village organizations and indigenous villages Gerana Seseh almost no difference. But because of geographical differences that indigenous villages Seseh is located in the southern area (beach) which is the area of tourism, while the indigenous villages Gerana located in the northern area (mountains) is still an agricultural area so that the indigenous villages Seseh and indigenous villages Gerana there is little difference namely: (1) the traditional village Seseh: organizational culture is strong, the effectiveness of optimal organization, the leadership, the village board custom, fully held by the younger generation, the process of democratization, rationalization goes well, the activities of traditional village entirely handled together with impeccable manners (residents) indigenous villages. (2) The traditional village Gerana: strong organizational culture, optimal organizational effectiveness, leadership, traditional village board, has not yet held by the younger generation. The process of democratization, rationalization enough to run well, and the role of parents, traditional leaders still dominant with the traditional village activities.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik budaya organisasi desa adat di desa adat Seseh dan Gerana meliputi inisiatif individual, pengawasan, pola komunikasi, dan orientasi pada tim.Pembentukan budaya organisasi dipengaruhi oleh nilai-nilai organisasi dan kepemimpinan.Fungsi budaya organisasi meliputi komitmen dan koordinasi.Efektivitas organisasi desa adat terlihat dalam pemanfaatan peluang dan antisipasi tantangan, serta partisipasi warga yang tinggi.Secara umum, budaya organisasi, efektivitas organisasi, dan eksistensi organisasi desa adat Seseh dan Gerana hampir tidak ada perbedaan, meskipun terdapat sedikit perbedaan karena perbedaan geografis dan peran generasi muda dalam kepemimpinan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana dinamika kepemimpinan generasi muda di desa adat Seseh dapat menjadi model bagi desa adat lain dalam mempercepat proses regenerasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran teknologi digital dalam memperkuat budaya organisasi desa adat, misalnya melalui pengembangan platform digital untuk komunikasi, partisipasi warga, dan pelestarian pengetahuan lokal. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan desa adat lain di Bali atau di daerah lain di Indonesia untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi desa adat yang adaptif terhadap perubahan sosial dan lingkungan. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena desa adat memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah arus globalisasi. Dengan memahami dinamika internal dan eksternal yang memengaruhi organisasi desa adat, kita dapat merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif untuk mendukung keberlanjutan desa adat sebagai bagian integral dari pembangunan nasional.
| File size | 244.51 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar.Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sasaran dalam membuat pupuk kompos melalui pemanfaatan sumber daya alam sekitar.
AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN Kegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Perlu kolaborasi institusi pendidikan, BP4, KUA, dan dinas kesehatan untuk memperluasKegiatan ini mendukung upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Perlu kolaborasi institusi pendidikan, BP4, KUA, dan dinas kesehatan untuk memperluas
AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN Padahal, Kabupaten Kendal memiliki bahan pangan lokal berupa ikan kembung yang menjadi alternatif pencegahan stunting. Oleh sebab itu, perlu peningkatanPadahal, Kabupaten Kendal memiliki bahan pangan lokal berupa ikan kembung yang menjadi alternatif pencegahan stunting. Oleh sebab itu, perlu peningkatan
POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO The population consists of 149 pregnant women with anemia. The sample is 22 individuals selected using non-probability sampling, specifically purposiveThe population consists of 149 pregnant women with anemia. The sample is 22 individuals selected using non-probability sampling, specifically purposive
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Selama 2022–2024, jumlah pasien hipertensi meningkat dari 320 menjadi 404 kasus. Cakupan pemeriksaan tekanan darah mencapai 63,4% pada 2024. PersentaseSelama 2022–2024, jumlah pasien hipertensi meningkat dari 320 menjadi 404 kasus. Cakupan pemeriksaan tekanan darah mencapai 63,4% pada 2024. Persentase
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah serbuk kayu menjadi pupuk organik.Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan limbah serbuk kayu menjadi pupuk organik.
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mampu mengontol tekanan darah sehingga dapat terhindar dari berbagai komplikasiKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mampu mengontol tekanan darah sehingga dapat terhindar dari berbagai komplikasi
EBSINAEBSINA Effective management of these issues requires a multifaceted approach, encompassing mental health education, psychotherapy, and responsible social mediaEffective management of these issues requires a multifaceted approach, encompassing mental health education, psychotherapy, and responsible social media
Useful /
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Menurut data UNICEF (2024), terdapat sekitar 1,9 miliar remaja putri usia reproduksi di dunia. Di Indonesia, sekitar 72,5% remaja juga telah mengalamiMenurut data UNICEF (2024), terdapat sekitar 1,9 miliar remaja putri usia reproduksi di dunia. Di Indonesia, sekitar 72,5% remaja juga telah mengalami
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengakuan kinerja dan keseimbangan kerja‑hidup terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bank MandiriPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengakuan kinerja dan keseimbangan kerja‑hidup terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT. Bank Mandiri
RADJAPUBLIKARADJAPUBLIKA Fenomena AI telah berdampak signifikan terhadap perubahan, baik dilihat dari konteks membuka peluang untuk memanfaatkan teknologi baru yang mendukung efisiensiFenomena AI telah berdampak signifikan terhadap perubahan, baik dilihat dari konteks membuka peluang untuk memanfaatkan teknologi baru yang mendukung efisiensi
UMKOUMKO Salah satunya adalah anak-anak usia SD dan SMP. Keterbatasan akses terhadap komputer merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa SD dan SMP belumSalah satunya adalah anak-anak usia SD dan SMP. Keterbatasan akses terhadap komputer merupakan salah satu faktor yang menyebabkan siswa SD dan SMP belum