UNTAGUNTAG

JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi PublikJPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Raskin di Desa Montor Kecamatan Banyuates Sampang, dilihat dari proses implementasi, yaitu Bagaimana Implementasi Program Beras Miskin dan Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan dalam implementasi Raskin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Raskin di Desa Montor tidak berjalan sesuai aturan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti ketidaksesuaian jumlah beras yang dibagikan, harga yang tidak sesuai dengan perencanaan, kualitas beras yang buruk, dan keterlambatan penyaluran. Faktor-faktor keberhasilan dan kegagalan dilihat dari komunikasi yang kurang baik dan kurangnya sosialisasi program. Selain itu, implementor di Desa Montor kurang bijaksana dalam melaksanakan program Raskin, sehingga distribusi beras tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Masyarakat juga seringkali tidak mengetahui lembaga atau organisasi yang mengeluarkan beras raskin tersebut. Oleh karena itu, diharapkan adanya pengawasan oleh pemerintah setempat untuk mencegah penyelewengan dalam pendistribusian beras.

Implementasi program Beras Miskin (Raskin) di Desa Montor Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang belum berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dan yang diharapkan Masyarakat Desa Montor tidak sesuai, kurangnya dilakukan pengawasan serta peran Pemerintah Daerah selaku pelaksana teknis kegiatan penyaluran beras miskin (Raskin).Permasalahan yang timbul dalam Implementasi Program Beras Untuk Rakyat Miskin (Raskin) di Kecamatan Banyuates adalah penyaluran Raskin tidak tepat sasaran, jumlah beras yang dibagikan sering tidak sesuai dengan apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah, harga yang tidak sesuai dengan perencanaan awal, kualitas beras jelek, adanya ketidaksesuaian harga raskin di Tahun 2015, dan adanya keterlambatan dalam penyaluran Raskin dari Daerah yang tidak disetorkan ke Bulog.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan sasaran program Raskin, dengan fokus pada peran serta partisipasi masyarakat dalam proses penyusunan daftar penerima manfaat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai model distribusi beras miskin, seperti sistem padat karya, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan pendapatan. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program Raskin terhadap indikator kesejahteraan keluarga miskin, seperti tingkat konsumsi pangan, pendapatan, dan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas program Raskin dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Read online
File size265.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test