PDGIPDGI
Journal of Indonesian Dental AssociationJournal of Indonesian Dental AssociationMaloklusi adalah salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Prevalensi masalah gigi dan mulut di Provinsi Kalimantan Timur masih cukup tinggi dengan kelompok umur terbanyak 5-9 tahun. Pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut, khususnya dalam aspek maloklusi anak berkaitan dengan tingkat pendidikan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan ibu murid SDN 005 Penajam, Kalimantan Timur dengan tingkat pengetahuan tentang maloklusi anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dari Pravara Institute of Medical Sciences & Rural Dental College, Loni, India. Populasi penelitian adalah ibu murid SDN 005 Penajam, Kalimantan Timur, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% ibu dengan pendidikan tinggi memiliki pengetahuan baik tentang maloklusi, 39,02% ibu dengan pendidikan menengah, dan 48,08% ibu dengan pendidikan rendah memiliki pengetahuan kurang. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan pengetahuan tentang maloklusi anak (p=0,000; r=0,371). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan positif antara tingkat pendidikan ibu dengan pengetahuan tentang maloklusi anak, sehingga kemampuan ibu dalam mengatasi masalah maloklusi semakin meningkat dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan ibu murid SDN 005 Penajam, Kalimantan Timur dengan tingkat pengetahuan tentang maloklusi anak (p=0,000).Semakin tinggi pendidikan semakin baik hasil pengetahuannya.Dengan memiliki pengetahuan yang baik tentang maloklusi, ibu dapat melakukan tindakan preventif, kuratif, dan rehabilitatif sehingga dapat mengurangi prevalensi maloklusi pada anak.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada efek pendidikan ayah terhadap pengetahuan keluarga tentang masalah gigi anak, pengembangan program edukasi parenting kesehatan gigi di daerah dengan akses layanan kesehatan terbatas, serta studi longitudinal untuk mengamati dampak perubahan tingkat pendidikan ibu dalam 5-10 tahun terakhir terhadap penurunan prevalensi maloklusi di Kalimantan Timur. Selain itu, penting juga untuk mengevaluasi peran media digital atau platform kesehatan dalam memberikan informasi tentang ortodontik yang mudah diakses oleh ibu dengan berbagai tingkat pendidikan. Studi yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif juga diusulkan untuk memahami lebih mendalam cara ibu dengan pendidikan rendah tetap memperoleh pengetahuan baik tentang maloklusi melalui sumber daya lokal atau komunitas.
| File size | 416.92 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di wilayah kerjaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dilaksanakan di wilayah kerja
STIKESHBSTIKESHB Sementara itu, status kesehatan Pasar BSD pada aspek lokasi dikategorikan baik (100%), dan pada aspek bangunan juga dikategorikan baik (86,8%). SecaraSementara itu, status kesehatan Pasar BSD pada aspek lokasi dikategorikan baik (100%), dan pada aspek bangunan juga dikategorikan baik (86,8%). Secara
STIKESHBSTIKESHB Variabel yang berhubungan secara signifikan secara statistik dengan ANC K4 (p-value ≤ 0,05) adalah usia, pengetahuan, kunjungan kelas ibu hamil, danVariabel yang berhubungan secara signifikan secara statistik dengan ANC K4 (p-value ≤ 0,05) adalah usia, pengetahuan, kunjungan kelas ibu hamil, dan
STIKESHBSTIKESHB Target dari penelitian ini adalah sebagai masukan bagi instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi Kalimantan Selatan dalam upayaTarget dari penelitian ini adalah sebagai masukan bagi instansi pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi Kalimantan Selatan dalam upaya
STIKESHBSTIKESHB 07 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, dimana data hemoglobin diperoleh dari pemeriksaan laboratorium dan data usia, frekuensi serta lama penyemprotan07 Kelurahan Landasan Ulin Utara, Banjarbaru, dimana data hemoglobin diperoleh dari pemeriksaan laboratorium dan data usia, frekuensi serta lama penyemprotan
PTTIPTTI Observasi menunjukkan bahwa 80% anak usia 2-4 tahun mengalami masalah gigi. Oleh karena itu, diperlukan langkah khusus untuk mengurangi risiko kerusakanObservasi menunjukkan bahwa 80% anak usia 2-4 tahun mengalami masalah gigi. Oleh karena itu, diperlukan langkah khusus untuk mengurangi risiko kerusakan
STIKES BHMSTIKES BHM Di Kabupaten Madiun terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada tahun 2013 sebesar 11,3%, sedangkan di tahun 2020 naik menjadi 12,52% pada anak usiaDi Kabupaten Madiun terjadi peningkatan prevalensi karies gigi pada tahun 2013 sebesar 11,3%, sedangkan di tahun 2020 naik menjadi 12,52% pada anak usia
MARANATHAMARANATHA Gigi molar pertama permanen (M1) merupakan kunci oklusi dan panduan untuk pertumbuhan gigi yang lainnya. Hilangnya gigi M1 terlalu dini dapat berdampakGigi molar pertama permanen (M1) merupakan kunci oklusi dan panduan untuk pertumbuhan gigi yang lainnya. Hilangnya gigi M1 terlalu dini dapat berdampak
Useful /
DINASTIREVDINASTIREV Namun, sisi negatifnya terletak pada potensi penyalahgunaan oleh masyarakat sipil yang dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan menciptakan kebingunganNamun, sisi negatifnya terletak pada potensi penyalahgunaan oleh masyarakat sipil yang dapat mengganggu ketertiban lalu lintas dan menciptakan kebingungan
PDGIPDGI Banyak kasus klinis yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga adalah kasus implan, dengan sebagian besar rujukanBanyak kasus klinis yang dirujuk untuk pemeriksaan radiografi CBCT-3D di RSKGMP Universitas Airlangga adalah kasus implan, dengan sebagian besar rujukan
MARANATHAMARANATHA Jenis apendektomi yang tersering dilakukan adalah apendektomi terbuka (60,51%), durasi operasi tersering adalah 60–90 menit (57,95%). Kejadian infeksiJenis apendektomi yang tersering dilakukan adalah apendektomi terbuka (60,51%), durasi operasi tersering adalah 60–90 menit (57,95%). Kejadian infeksi
UNPERBAUNPERBA Dosen sebagai tenaga pendidik professional dan alat dakwah Muhammadiyah harus senantiasa diberdayakan dan digerakkan untuk mencapai visi Amal Usaha MuhammadiyahDosen sebagai tenaga pendidik professional dan alat dakwah Muhammadiyah harus senantiasa diberdayakan dan digerakkan untuk mencapai visi Amal Usaha Muhammadiyah