YAYASANASSYIFAYAYASANASSYIFA

Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah 

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran keluarga dalam pembentukan karakter anak di tingkat sekolah menengah melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoritatif, yang mengombinasikan kehangatan emosional, komunikasi terbuka, dan batasan yang jelas, terbukti paling efektif dalam membentuk karakter positif anak. Pola asuh ini memberikan ruang untuk perkembangan kepercayaan diri, kemampuan adaptasi sosial, dan internalisasi nilai-nilai moral yang kuat. Selain itu, kualitas komunikasi keluarga yang terbuka dan mendukung menjadi faktor kunci dalam mendukung pertumbuhan karakter, dengan 60% keluarga yang menggunakan pola komunikasi ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak. Keteladanan orang tua juga berperan penting, di mana anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka sebagai model dalam pembentukan sikap dan perilaku positif. Selain itu, bimbingan agama yang diterapkan dalam keluarga turut memberikan kontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai moral sejak dini. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang melibatkan kerjasama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial untuk mendukung pembentukan karakter anak yang seimbang, yang tidak hanya melibatkan transfer pengetahuan tetapi juga internalisasi nilai-nilai yang dapat membentuk generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Keluarga memainkan peran fundamental dalam pembentukan karakter anak di sekolah menengah.Pola asuh otoritatif, yang menggabungkan kehangatan emosional, komunikasi terbuka, dan pemberian batasan yang jelas, terbukti paling efektif dalam mengembangkan karakter positif.Kualitas komunikasi keluarga yang terbuka dan mendukung menjadi faktor kunci dalam pembentukan karakter.Keteladanan orang tua menjadi mekanisme utama dalam transfer nilai-nilai moral, di mana anak-anak secara alami meniru perilaku orang tua sebagai model primer.Pendidikan agama dan internalisasi nilai-nilai moral sejak dini memberikan fondasi kuat bagi pembentukan karakter yang positif.Pendekatan holistik yang memadukan aspek psikologis, sosial, dan spiritual dalam pengasuhan anak sangat penting untuk membentuk generasi muda yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan strategi konkret bagi keluarga dalam membentuk karakter anak. Studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana keluarga dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan karakter anak, terutama dalam konteks tantangan modern seperti pengaruh lingkungan sosial dan teknologi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk memahami bagaimana keteladanan orang tua dapat ditingkatkan dan bagaimana pendidikan agama dapat diintegrasikan secara efektif dalam keluarga untuk memperkuat pembentukan karakter. Penelitian lanjutan juga dapat menyelidiki peran bimbingan moral dan agama dalam pembentukan karakter anak, serta bagaimana keluarga dapat bekerja sama dengan sekolah dan lingkungan sosial untuk mendukung pembentukan karakter yang seimbang dan positif.

  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #nilai moral#nilai moral
Read online
File size342.82 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-320
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test