SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Literatur review ini bertujuan mengulas keefektifan klorinasi dalam membasmi virus (dan bakteri) di air minum dan air limbah agar masyarakat memperoleh informasi ilmiah dalam praktek pembasmian virus Korona baru. Metode penelitian dilakukan dengan mereview artikel-artikel ilmiah yang diperoleh dari mesin pencari scholar.google.com, situs Perpustakaan Nasional dan buku teks. Klor mampu menonaktifkan virus pada benda yang terkena percikan liur pasien. Pemberian klor dosis 0,2–40 mg/l dan sisa klor bebas 0,2–0,5 mg/l, klorinasi efektif membasmi virus dan bakteri dalam air minum. Apabila bakterinya mati, virus ikut mati atau nonaktif. Selimut virus Korona baru juga bisa dihancurkan oleh klor. Para peneliti juga sudah menemukan jejak genetis virus Korona baru di air limbah. Jejak genetis virus Korona baru yang ditemukan di air limbah bisa menjadi bahaya laten wabah virus baru pada masa pasca pandemi atau new normal. Air PDAM yang mengandung klor menjadi penting pada masa normal baru sehingga harus disediakan di fasilitas umum dan sosial.

Klorinasi efektif untuk menonaktifkan virus Korona baru dan jenis virus lainnya di air minum PDAM dengan dosis dan sisa klor bebas yang direkomendasikan, sehingga air PDAM penting untuk desinfeksi fasilitas umum di masa normal baru.Namun, jejak genetis virus Korona baru ditemukan di air limbah, dan instalasi pengolahan air limbah jenis kolam oksidasi, seperti IPAL Bojongsoang, belum optimal dalam membasmi virus, terutama tanpa klorinasi.Oleh karena itu, prinsip kehati-hatian harus diterapkan, termasuk melengkapi proses klorinasi pada pengolahan air limbah dan meningkatkan peran PDAM dalam menyediakan air bersih berdisinfektan, guna mencegah bahaya laten virus pada masa pascapandemi.

Melihat pentingnya desinfeksi dalam menghadapi pandemi dan fase normal baru, penelitian lanjutan dapat berfokus pada beberapa area krusial. Pertama, perlu adanya studi lapangan yang menyeluruh untuk mengevaluasi secara langsung efektivitas penambahan klorinasi pada sistem pengolahan air limbah kolam oksidasi, seperti di IPAL Bojongsoang. Pertanyaan penelitian dapat meliputi sejauh mana proses klorinasi pasca-maturasi mampu secara konsisten menonaktifkan jejak genetis virus Korona baru serta virus berselimut lainnya, dan apakah dosis klor yang diterapkan ideal tanpa menimbulkan produk samping yang membahayakan lingkungan atau kesehatan manusia. Kedua, mengingat temuan virus di air limbah dan potensi bahaya laten, sangat penting untuk meneliti perbandingan kemampuan berbagai teknologi pengolahan air limbah yang ada di Indonesia, tidak hanya kolam oksidasi, dalam mereduksi persistensi SARS-CoV-2, termasuk analisis mendalam terhadap viabilitas virus dalam lumpur (sludge) yang dihasilkan. Hal ini akan memberikan data konkret untuk memilih teknologi yang paling tangguh. Ketiga, untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus dari sumber air, penelitian bisa diarahkan untuk memahami dinamika kelangsungan hidup SARS-CoV-2 di badan air permukaan yang menerima efluen IPAL serta di air tanah yang mungkin terkontaminasi. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi persistensi virus dan memodelkan risiko transmisi kepada masyarakat yang bergantung pada sumber air tersebut, sehingga strategi pengelolaan risiko dan peningkatan kesadaran publik dapat disusun lebih efektif.

Read online
File size555.1 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test