ABULYATAMAABULYATAMA

Jurnal Dedikasi PendidikanJurnal Dedikasi Pendidikan

Pengucapan biasanya dianggap sebagai salah satu keterampilan paling sulit bagi mahasiswa yang mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Sebagai respons, pelajar EFL telah mengeksplorasi berbagai strategi untuk meningkatkan pengucapan, termasuk pemanfaatan platform media digital seperti Spotify. Melalui Spotify, pelajar EFL dapat mengakses bahasa Inggris otentik berupa musik, lirik, dan konten audio lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi mahasiswa universitas Indonesia, manfaat yang dirasakan, serta tantangan yang dihadapi terkait penggunaan Spotify dalam mendukung pengembangan pengucapan Bahasa Inggris mereka. Penelitian juga berupaya mengidentifikasi fitur-fitur spesifik Spotify yang berkontribusi pada proses belajar tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap delapan mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Banda Aceh, Indonesia, yang dipilih dengan teknik snowball sampling. Temuan menunjukkan bahwa secara umum, mayoritas mahasiswa memiliki pandangan positif terhadap Spotify sebagai alat peningkatan pengucapan, mencatat manfaat lirik, mode karaoke, dan podcast dalam memperbaiki keterampilan mendengarkan serta memperkaya kosakata, sementara sebagian menemukan fitur podcast kurang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara. Kesimpulannya, Spotify dapat menjadi sumber daya pendukung yang berharga dalam pembelajaran pengucapan Bahasa Inggris, karena menyediakan pengalaman belajar yang menarik dan fleksibel bagi mahasiswa EFL.

Penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing memiliki sikap positif terhadap penggunaan Spotify sebagai media pembelajaran pengucapan, yang berkontribusi pada peningkatan kemampuan pengucapan, penguasaan kosakata, dan keterampilan mendengarkan.Meskipun demikian, keterbatasan kemampuan mendengarkan peserta dan fitur podcast yang kurang efektif menjadi kendala dalam proses belajar.Karena sampel kecil dan penggunaan instrumen tunggal, temuan tidak dapat digeneralisasi, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan desain campuran, instrumen yang lebih beragam, serta sampel yang lebih luas.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah integrasi aktivitas karaoke berbasis Spotify dengan instruksi fonetik eksplisit meningkatkan akurasi pengucapan secara signifikan pada mahasiswa universitas dengan sampel yang lebih besar. Selanjutnya, studi komparatif dapat membandingkan efektivitas tiga fitur Spotify—lirik, karaoke, dan podcast—dalam memperbaiki aspek pengucapan spesifik seperti vokal versus konsonan menggunakan desain eksperimental. Akhirnya, penelitian campuran dapat menyelidiki peran kemampuan mendengarkan sebagai variabel moderator antara penggunaan Spotify dan peningkatan pengucapan, dengan melibatkan beberapa institusi pendidikan tinggi di berbagai wilayah Indonesia untuk memperoleh temuan yang lebih umum dan aplikatif.

Read online
File size344.26 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test