CITRABAKTICITRABAKTI

Jurnal Citra PendidikanJurnal Citra Pendidikan

Penelitian ini mengkaji secara sistematis peran dukungan guru dalam mengatasi kecemasan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris (EFL) melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). SLR dilakukan dengan menganalisis 42 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015-2024 dari basis data Scopus, Web of Science, dan ERIC. Proses seleksi studi mengikuti pedoman PRISMA. Hasil sintesis tematik mengidentifikasi empat peran utama dukungan guru: penciptaan lingkungan kelas yang aman dan suportif; penggunaan strategi pengajaran yang berpusat pada siswa; pemberian umpan balik yang konstruktif dan membangun; dan pengembangan hubungan positif guru-siswa. Temuan ini sejalan dengan Hipotesis Filter Afektif Krashen yang menunjukkan bagaimana dukungan guru menurunkan hambatan emosional, serta teori Psikologi Pembelajar Bahasa Dornyei dan Ryan yang menekankan pentingnya lingkungan positif untuk motivasi dan self-efficacy. Secara implikasi, guru perlu secara sadar mengadopsi strategi pedagogis dan psikologis untuk memitigasi kecemasan berbicara siswa, yang pada gilirannya meningkatkan partisipasi dan performa lisan. Penelitian landasan bagi pengembangan praktik pengajaran yang lebih responsif dan berpusat pada siswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan guru sangat penting dalam mengurangi kecemasan berbicara siswa pada pembelajaran bahasa Inggris.Empat peran utama—menciptakan lingkungan kelas yang aman, strategi berpusat pada siswa, umpan balik konstruktif, serta hubungan positif guru‑siswa—bekerja secara pedagogis dan psikologis.Secara teoritis, dukungan tersebut menurunkan filter afektif, meningkatkan motivasi dan self‑efficacy, sehingga berkontribusi pada peningkatan partisipasi serta performa berbicara.

Bagaimana efektivitas program pelatihan guru yang mengintegrasikan kompetensi emosional, seperti empati dan active listening, dalam mengurangi kecemasan berbicara siswa dapat diukur melalui studi eksperimental longitudinal di kelas EFL Indonesia? Apakah penerapan teknologi pembelajaran berbasis realitas virtual yang memungkinkan simulasi situasi berbicara nyata dapat meningkatkan rasa aman siswa dan menurunkan tingkat kecemasan dibandingkan metode tradisional, sebagaimana diuji dalam penelitian kuasi‑eksperimen? Sejauh mana perbedaan budaya daerah (misalnya Jawa, Sumatra, dan Papua) mempengaruhi persepsi siswa terhadap dukungan guru, dan bagaimana model intervensi yang disesuaikan secara kontekstual dapat meningkatkan efektivitas dukungan tersebut, menurut studi komparatif multinasional? Penelitian-penelitian tersebut diharapkan memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan untuk merancang kebijakan pelatihan dan penggunaan teknologi yang responsif terhadap kebutuhan psikologis siswa. Dengan demikian, hasilnya dapat memperkaya teori filter afektif serta memperluas pemahaman tentang interaksi guru‑siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Indonesia yang beragam.

Read online
File size179 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test