UINSUNAUINSUNA

Genderang Asa: Journal of Primary EducationGenderang Asa: Journal of Primary Education

Pendidikan karakter mempunyai peran penting dalam membentuk kepribadian anak agar tidak hanya lebih secara akademik, tetapi juga memiliki sikap disiplin dan empati. Lingkungan rumah yaitu orang tua merupakan fondasi utama dalam proses internalisasi nilai-nilai moral melalui keteladanan, pembiasaan dan interaksi sehari-hari. Namun, pelaksanaan pendidikan karakter di rumah masih menghadapi berbagai kendala, seperti minimnya keteladanan, kurangnya pemahaman parenting, serta pengaruh tantangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta merumuskan strategi pendidikan karakter yang bersifat kontekstual di rumah dalam menumbuhkan kedisiplinan dan empati pada anak. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelusuri artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian melalui Google Scholar, SINTA, DOAJ, serta portal universitas pada rentang tahun 2015-2025. Data analisis menggunakan Teknik analisis tematik dengan tahapan identifikasi literatur, seleksi, evaluasi kualitas, dan klasifikasi tema. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi kontekstual yang efektif meliputi pembiasaan, budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), keteladanan orang tua, pola asuh responsive, penguatan nilai religious, literasi bersama, serta komunikasi moral. Strategi-strategi tersebut mampu memperkuat kedisiplinan anak dan menumbuhkan empati melalui pembentukan perilaku prososial, pemahaman perasaan orang lain, serta konsistensi dalam melakukan aktivitas positif di lingkungan keluarga. Dengan demikian, pendidikan karakter berbasis keluarga perlu dirancang secara kontekstual, konsisten, dan berkelanjutan agar mampu membentuk karakter disiplin dan empati secara optimal.

Pendidikan karakter di rumah memiliki peran yang fundamental dalam menumbuhkan disiplin dan empati anak.Orang tua bertindak sebagai teladan utama dan juga pengarah moral yang sangat mempengaruhi pembentukan perilaku anak.Namun, pelaksanaannya belum optimal karena berbagai hambatan seperti keterbatasan waktu, kurangnya pemahaman orang tua dan tantangan era digital.Penelitian ini menemukan bahwa strategi Pendidikan karakter kontekstual yang paling efisien yaitu pembiasaan perilaku positif, penerapan budaya 5S, keteladanan orang tua, pola asuh responsive, penguatan nilai religious, literasi keluarga, serta komunikasi terbuka tentang nilai sosial dan moral.Strategi-strategi tersebut mampu membentuk kedisiplinan melalui rutinitas yang konsisten dan menumbuhkan empati melalui teladan, diskusi perasaan, serta interaksi yang penuh dengan kepedulian.Oleh karena itu, pendidikan karakter di lingkungan keluarga perlu dilaksanakan secara terencana, konsisten, dan adaptif terhadap konteks kehidupan sehari-hari anak.Selain itu, diperlukan kerja sama yang harmonis antara orang tua dan sekolah agar proses pembentukan karakter dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih optimal terhadap kepribadian anak.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif yang mendalam untuk memahami secara lebih rinci bagaimana orang tua menerapkan strategi pendidikan karakter kontekstual dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tantangan dan solusi yang mereka hadapi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran efektivitas strategi pendidikan karakter kontekstual terhadap perkembangan disiplin dan empati anak, sehingga dapat digunakan sebagai panduan bagi orang tua dan guru. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi digital dalam mendukung pendidikan karakter di rumah, misalnya melalui pengembangan aplikasi atau platform yang menyediakan materi pembelajaran dan interaksi sosial yang positif bagi anak. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana pendidikan karakter kontekstual dapat diimplementasikan secara efektif di lingkungan keluarga, sehingga dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki karakter disiplin, empati, dan siap menghadapi tantangan global.

  1. Pengasuhan Keluarga terhadap Perkembangan Karakter Disiplin Anak Usia Dini | Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan... doi.org/10.31004/obsesi.v5i2.985Pengasuhan Keluarga terhadap Perkembangan Karakter Disiplin Anak Usia Dini Jurnal Obsesi Jurnal Pendidikan doi 10 31004 obsesi v5i2 985
  2. Pendampingan Belajar Matematika di Rumah pada Masa Pandemi Covid 19 | Mitra Mahajana: Jurnal Pengabdian... doi.org/10.37478/mahajana.v4i1.2569Pendampingan Belajar Matematika di Rumah pada Masa Pandemi Covid 19 Mitra Mahajana Jurnal Pengabdian doi 10 37478 mahajana v4i1 2569
  3. Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Terintegrasi Pembelajaran untuk Menanamkan Nilai-nilai Toleransi... doi.org/10.31004/obsesi.v6i5.2339Pendidikan Karakter Berbasis Keluarga Terintegrasi Pembelajaran untuk Menanamkan Nilai nilai Toleransi doi 10 31004 obsesi v6i5 2339
  4. Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Karakter Anak Di Rumah Terhadap Perilaku Sosial Di Sekolah | Jurnal... doi.org/10.55606/jutipa.v2i1.237Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Karakter Anak Di Rumah Terhadap Perilaku Sosial Di Sekolah Jurnal doi 10 55606 jutipa v2i1 237
Read online
File size362.86 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test