SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi pengelolaan LB3 di PT. X. Metode penelitian menggunakan teknik perbandingan antara implementasi pengelolaan LB3 dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku yaitu PPRI No. 101/2014 tentang Pengelolaan LB3, Permen LH No. 14/2013 tentang simbol dan label LB3, Kep Bapedal No. 1/1995 tentang penyimpanan dan pengumpulan LB3, Kep Bapedal No. 2/1995 tentang dokumen LB3. Berdasarkan hasil penelitian PT X telah melakukan pengelolaan LB3 di setiap unit produksi yang menghasilkan LB3. Jenis LB3 yang dihasilkan diantaranya adalah sludge tinta, lumpur IPAL, fly ash, bottom ash, kemasan bekas bahan kimia, kaleng tinta, electronic waste, lampu mercury, toner bekas, filter bekas, dan refrigerant bekas. Karakteristik LB3 bersifat beracun, korosif, mudah terbakar, dan infeksius. Jumlah LB3 terbesar yang dihasilkan yaitu lumpur IPAL dengan jumlah mencapai 33.073,333 ton/bulan. Perusahaan ini telah melakukan pemanfaatan kembali lumpur IPAL sehingga dapat mereduksi jumlah lumpur yang dihasilkan sebesar 99,83%. Sistem pengelolaan LB3 di PT X mengikuti work instruction yang telah mengacu pada peraturan yang berlaku. PT X melakukan pengelolaan LB3 dengan sangat baik.

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi, kesimpulan yang dapat diambil dari pengelolaan LB3 di PT.X adalah hampir setiap unit produksi di PT X menghasilkan LB3.Jenis LB3 yang dihasilkan paling besar yaitu lumpur IPAL yang mencapai 88,23% dari seluruh LB3 yang dihasilkan PT.Perusahaan ini telah melakukan pemanfaatan kembali lumpur IPAL sehingga dapat mereduksi jumlah lumpur yang dihasilkan sebesar 99,83%.Sistem pengelolaan LB3 di PT X mengikuti work instruction yang telah disusun mengacu pada PP No.PT X melakukan 3 (tiga) jenis pengelolaan LB3, yaitu pemanfaatan, penyimpanan, dan pengangkutan.Secara keseluruhan, sistem pengelolaan LB3 di PT X terbilang sangat baik.Hanya saja perlu ditingkatkan dibagian penyimpanan, khususnya dalam peletakkan limbah di dalam TPS agar lebih sesuai dan diberi pallete dasar.X sebaiknya, mengupayakan lebih luas dalam pemanfaatan limbah B3 yang dihasilkan dan lebih memperhatikan kerapihan dalam TPS Limbah B3 yang ada.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, terdapat beberapa arah penelitian yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan teknologi pengolahan lumpur IPAL menjadi produk bernilai tambah, seperti bahan baku konstruksi atau pupuk organik, untuk mengurangi ketergantungan pada pemanfaatan kembali di pabrik kertas. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif terhadap efektivitas berbagai metode pengolahan LB3 lainnya, seperti insinerasi atau stabilisasi, untuk mengidentifikasi opsi yang paling sesuai dengan karakteristik LB3 yang dihasilkan oleh PT X. Ketiga, penelitian dapat mengkaji potensi penerapan prinsip ekonomi sirkular dalam pengelolaan LB3, dengan fokus pada upaya memaksimalkan pemanfaatan kembali dan meminimalkan limbah yang dibuang ke lingkungan, sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan operasional pabrik.

Read online
File size250.53 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test