STKIP JBSTKIP JB

EdumathEdumath

Indonesia terdiri beberapa etik yang menganut agama kepercayaan yang berbeda-beda, memiliki berbagai macam Bahasa, serta memiliki berbagai suku diantaranya suku jawa. Sejarah islam di Jombang kurang diketahu oleh masyarakat sekitar, padahal mayoritas masyarakat Jombang beragama islam. Pada kota Jombang terdapat Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang yang lokasinya berada di tengah-tengah pusat kota dan berdekatan dengan alun-alun kota Jombang. Arsitektur bangungan masjid sebelumnya memiliki konsep bagian dalam berbentuk persegi, dan sedikit sempit ketimbang serambi yang lebar. Bangunan dan ornamen dari masjid ini, ditemukan beberapa etnomatika yang berkaitan dengan konsep geometri. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan eksplorasi terkait konsep geometri yang terdapat pada bangunan dan ornamen Masjid Agung Baitul Mukminin. Penelitian ini bertujuan mengetahui unsur-unsur etnomatematika materi geometri sekolah dasar yang terdapat pada arsitektur Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah hasil wawancara yang didapatkan dari informan serta observasi secara langsung. Pada penelitian ini terdapat tiga tahap pengumpulan data yaitu tahap pra lapangan, tahap kegiatan lapangan dan tahap analisis data. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, bangunan dan ornamen pada Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang terdapat suatu konsep matematika dimana berfokus pada materi geometri sekolah dasar. Pembelajaran matematika yang berkaitan dengan konsep geometri, yaitu bangun bidang dan bangun ruang. Konsep geometri berupa bangun bidang yang dapat ditemukan pada bangunan dan ornamen Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang adalah persegi panjang, lingkaran, belah ketupat, persegi, segitiga, dan layang-layang. Sedangkan konsep geometri berupa bangun ruang yang dapat ditemukan pada bangunan dan ornamen Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang adalah limas segiempat, bola, balok, kubus, dan tabung. Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang juga dapat dimanfaatkan oleh guru dalam pembelajaran matematika yakni untuk memperkenalkan konsep matematika kepada siswa dengan melalui budaya lokal.

Observasi dan penjelasan menunjukkan bahwa arsitektur dan ornamen Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang mengandung konsep matematika geometri sekolah dasar, baik bangun bidang maupun bangun ruang.Bangun bidang yang ditemukan meliputi persegi panjang, lingkaran, belah ketupat, persegi, segitiga, dan layang-layang, sementara bangun ruang mencakup limas segiempat, bola, balok, kubus, dan tabung.Pemanfaatan masjid ini sebagai media pembelajaran dapat memperkenalkan konsep matematika melalui budaya lokal, sehingga siswa lebih mudah memahami materi geometri.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada bagaimana integrasi etnomatematika, khususnya dengan memanfaatkan arsitektur masjid lokal, dapat secara efektif meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar terhadap konsep geometri. Sebuah studi mendalam bisa dilakukan untuk mengukur seberapa besar dampak penggunaan Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa dalam materi bangun bidang dan bangun ruang. Misalnya, melalui penelitian eksperimen, dapat dibandingkan kelompok siswa yang belajar geometri dengan pendekatan etnomatematika menggunakan objek masjid dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional, untuk menilai perbedaan signifikansi dalam pemahaman dan retensi konsep. Selanjutnya, tidak hanya terbatas pada geometri, penelitian masa depan juga bisa mengeksplorasi potensi etnomatematika pada arsitektur masjid untuk mengajarkan konsep matematika lainnya seperti aritmetika atau pengukuran, serta bagaimana materi-materi tersebut dapat diadaptasi ke dalam kurikulum sekolah dasar secara inovatif dan relevan. Ini akan membuka wawasan baru tentang kekayaan budaya lokal sebagai sumber daya pendidikan yang belum banyak dimanfaatkan. Selain itu, untuk memperkaya khazanah etnomatematika Indonesia, sebuah penelitian komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan konsep geometri yang ada pada arsitektur Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang dengan masjid-masjid bersejarah lainnya di berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kekhasan lokal serta kesamaan universal dalam manifestasi matematika pada bangunan keagamaan, yang kemudian dapat dijadikan dasar pengembangan modul ajar etnomatematika yang lebih komprehensif dan adaptif untuk skala nasional. Studi semacam ini akan membantu guru dan pengembang kurikulum dalam menciptakan pengalaman belajar matematika yang tidak hanya efektif, tetapi juga sarat makna budaya dan memperkuat identitas lokal siswa.

  1. Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika: Volume 5 Nomor 2, In press | Jurnal... doi.org/10.31004/cendekia.v5i2Vol 5 No 2 2021 Jurnal Cendekia Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 2 In press Jurnal doi 10 31004 cendekia v5i2
  2. Eksplorasi Etnomatematika pada Masjid Al-Alam Marunda Ditinjau dari Segi Geometri | Jurnal Cendekia :... doi.org/10.31004/cendekia.v5i2.734Eksplorasi Etnomatematika pada Masjid Al Alam Marunda Ditinjau dari Segi Geometri Jurnal Cendekia doi 10 31004 cendekia v5i2 734
  3. Kaitan antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran... journal.institutpendidikan.ac.id/index.php/mosharafa/article/view/mv5n2_4Kaitan antara Gaya Belajar Kemandirian Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran journal institutpendidikan ac index php mosharafa article view mv5n2 4
  4. Eksplorasi etnomatematika pada Masjid Jami' Al-Baitul Amien Jember | Ethnomathematics Journal. eksplorasi... doi.org/10.21831/ej.v2i1.36329Eksplorasi etnomatematika pada Masjid Jami Al Baitul Amien Jember Ethnomathematics Journal eksplorasi doi 10 21831 ej v2i1 36329
Read online
File size1.61 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test