UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan kenakalan remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa MA Mambaul Ulum yang ada dibawah naungan Yayasan Al-Khairat dan SMK Mambaul Ulum yang ada dibawah naungan Yayasan Mambaul Ulum . Subjek dalam penelitian ini berjumlah 162 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Multistage Cluster Sampling dengan cara random dengan karakteristik subjek (1) Remaja tengah berusia 14-18 tahun, (2) tinggal dengan kedua orangtua, (3) berjenis kelamin laki- laki dan perempuan, dan (4) bukan anak tunggal. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: skala kenakalan remaja, skala keharmonisan keluarga, dan skala konsep diri. Ketiga skala ini menggunakan model skala likert yang terdiri dari 4 alternatif pilihan jawaban, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil hipotesis menunjukkan, keharmonisan keluarga dan konsep diri secara bersama- sama memberikan peran terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan metode Multistage Cluster Sampling terhadap data kenakalan remaja dengan keharmonisan keluarga dan konsep diri, diperoleh hasil koefisien korelasi F-reg = 6,720, p 0,002 < 0,05 dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,178 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,152 atau 15,2 %. Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi ganda tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima yaitu ada hubungan antara keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan kenakalan remaja.

Berdasarkan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier ganda, diperoleh hasil ada hubungan yang sangat signifikan antara keharmonisan keluarga dan konsep diri dengan kenakalan remaja.Artinya, semakin tinggi tingkat keharmonisan keluarga, menandakan semakin rendah kenakalan remaja, sebaliknya semakin rendah keharmonisan keluarga maka semakin tinggi kenakalan remaja.Hasil penelitian ini memperkuat penelitian yang dilakukan bahwa remaja yang dibesarkan dalam keluarga yang tidak harmonis akan cenderung berperilaku menyimpang.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: Pertama, penelitian selanjutnya dapat meneliti peran faktor sosial ekonomi keluarga terhadap kenakalan remaja, karena penelitian ini hanya fokus pada keharmonisan keluarga dan konsep diri. Kedua, penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman remaja dalam menghadapi masalah keluarga dan bagaimana hal tersebut memengaruhi perilaku mereka. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program intervensi yang melibatkan orang tua dan remaja dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dan mengurangi kenakalan remaja, dengan melibatkan aspek-aspek seperti komunikasi, pemecahan masalah, dan dukungan emosional. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi kenakalan remaja dan mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengurangi perilaku tersebut, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan remaja dan keluarga di masyarakat.

Read online
File size80.07 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test