UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara religiusitas dan kontrol diri dengan kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Bancar dan SMA Negeri 1 Jatirogo sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kenakalan remaja, skala religiusitas dan skala kontrol diri yang mengacu pada pembuatan skala menurut Likert. Hasil analisis data menggunakan Anareg mendapatkan hasil F Regresi = 17,954 dengan p = 0,00 (p < 0,01). Variabel religiusitas dan kontrol diri secara simultan dan sangat signifikan berkorelasi dengan kenakalan remaja. Secara parsial, ditemukan nilai t antara religiusitas dengan kenakalan remaja = -3,632, dan r parsial = -0,346, dengan p = 0,000 (p < 0,01), hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara religiusitas dengan kenakalan remaja. Uji parsial juga menemukan nilai t antara variabel kontrol diri dengan kenakalan remaja = -2,737 dan r parsial = -0,268 dengan p = 0,007 (p < 0,01), hal ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja. Sumbangan efektif variabel religiusitas dan kontrol diri sebesar 27 % (R square = 0,270).

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religiusitas dan kontrol diri dengan kenakalan remaja.Remaja dengan tingkat religiusitas dan kontrol diri yang rendah cenderung menunjukkan perilaku nakal.Temuan ini mendukung konsep bahwa faktor-faktor internal seperti religiusitas dan kontrol diri berperan penting dalam mencegah kenakalan remaja.

Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam mengenai mekanisme bagaimana religiusitas dan kontrol diri dapat secara efektif menekan perilaku kenakalan remaja, misalnya dengan meneliti peran mediasi dari faktor-faktor lain seperti dukungan sosial atau harga diri. Selain itu, penting untuk dilakukan studi komparatif antara remaja dengan tingkat religiusitas yang berbeda untuk mengidentifikasi praktik-praktik keagamaan spesifik yang paling berkontribusi terhadap pencegahan kenakalan remaja. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi berbasis agama dan kontrol diri yang terstruktur dan terukur untuk membantu remaja dalam mengatasi faktor-faktor risiko kenakalan, dengan mempertimbangkan konteks sosial dan budaya setempat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi para pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan dan program pencegahan kenakalan remaja yang lebih efektif.

Read online
File size43.19 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test