UNTAGUNTAG

Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi Indonesia

Perilaku prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial, sehingga perilaku prososial adalah tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, memedulikan motif-motif si penolong. Tindakan menolong sepenuhnya dimotivasi oleh kepentingan sendiri tanpa mengharapkan sesuatu untuk dirinya. Tindakan prososial lebih menuntut pada pengorbanan tinggi dari si pelaku dan bersifat sukarela atau lebih ditunjukkan untuk menguntungkan orang lain daripada untuk mendapatkan imbalan materi maupun sosial. Perilaku prososial dipengaruhi oleh banyak variabel, dalam penelitian ini, peneliti menghubungkan perilaku prososial dengan religiusitas dan empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, apakah ada hubungan antara perilaku prososial dengan religiusitas dan empati. Hasil penelitian ini diharapkan informasi bagi Majelis GKT Hosana Bumi Permai untuk dapat memberikan mengembangkan perilaku prososial jemaatnya. Penelitian kepada 64 orang Jemaat GKT Hosana Bumi Permai, menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel religiusitas dan empati memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel prososial. Variabel Religiusitas tidak memiliki korelasi dengan Prososial, sedangkan variabel Empati memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel Prososial.

Perilaku prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial, sehingga perilaku prososial adalah tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, memedulikan motif-motif si penolong.Tindakan menolong sepenuhnya tanpa mengharapkan sesuatu untuk dirinya.Tindakan prososial lebih menuntut pada pengorbanan tinggi dari si pelaku dan bersifat sukarela atau lebih ditunjukkan untuk menguntungkan orang lain daripada untuk mendapatkan imbalan materi maupun sosial.Analisis data menggunakan Analisa Regresi dengan bantuan IBM SPSS version 21 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara religiusitas dan empati dengan prososial.Berdasarkan analisa parsial, variabel Religiusitas dengan Prososial tidak memiliki hubungan yang signifikan.Sedangkan antara variabel Empati dan Prososial menunjukkan adanya hubungan yang signifikan.Dengan demikian secara parsial dapat disimpulkan bahwa variabel religiusitas tidak memiliki korelasi dengan prososial sedangkan variabel empati memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel prososial.Pengujian dengan Anareg juga menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel religiusitas dan empati memberikan pengaruh terhadap variabel prososial.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, disarankan agar gereja dan jemaat GKT Hosana Bumi Permai mengembangkan hubungan secara horizontal dengan sesama, selain hubungan vertikal dengan Tuhan. Hal ini dapat dilakukan dengan mengajak jemaat untuk terlibat dalam kegiatan sosial, seperti menolong gelandangan, anak-anak jalanan, anak-anak yatim piatu, panti jompo, dan tempat-tempat yang membutuhkan bantuan. Selain itu, peneliti selanjutnya dapat menghubungkan variabel religiusitas dan empati dengan variabel lain seperti pola asuh orang tua, kematangan emosi, pola pikir, harga diri, teman sebaya, budaya, suku bangsa, pujian/hadiah, adanya motivasi, usia, kepuasan, asertivitas, attachment, dan lain-lain. Penelitian juga dapat dilakukan dengan subjek yang berbeda di tempat lain.

Read online
File size95.8 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test