STIE TDNSTIE TDN

Tangible JournalTangible Journal

Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan akad pembiayaan murabahah konsumtif pada Bank Syariah di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan objek penelitian data kepustakaan, jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan melakukan pencarian melalui website Google Scholar dan bantuan software Public or Perish (POP) dengan menggunakan kata kunci “Pembiayaan Murabahah di Bank Syariah Indonesia 2020-2025. Sumber penelitian ini berupa artikel jurnal dan bukan skripsi. Penulis kemudian menemukan 29 referensi yang relevan, di mana 7 di antaranya menjadikan Bank Syariah Indonesia sebagai objeknya. Data yang diperoleh kemudian dikompulasi, dianalisis, dan disimpulkan sehingga mendapatkan kesimpulan mengenai studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akad murabahah pada Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi pembiayaan konsumtif paling dominan baik itu dari sisi pengguna maupun jumlah transaksi karena modelnya yang sederhana, memberikan kepastian margin, serta aman dari risiko gagal bayar. Praktiknya banyak menggunakan skema murabahah bil wakalah sehingga menimbulkan kesan yang mirip dengan kredit konvensional. Meski sudah sesuai PSAK 102 dan fatwa DSN-MUI, tantangan yang muncul adalah keterbatasan pemahaman nasabah, kurangnya transparansi margin, dan potensi beban finansial.

Akad murabahah tetap menjadi instrumen pembiayaan paling dominan untuk produk konsumtif di Bank Syariah Indonesia karena kemudahan, transparansi margin, dan kepastian keuntungan bagi kedua pihak.Praktik yang sering menggunakan skema murabahah bil wakalah menciptakan struktur ganda (wakalah dan murabahah) sehingga dapat menimbulkan persepsi mirip kredit konvensional.Meskipun sudah mematuhi PSAK 102 dan fatwa DSN-MUI, tantangan utama meliputi rendahnya pemahaman nasabah, kurangnya transparansi penetapan margin, serta potensi beban finansial yang berlebih, sehingga diperlukan peningkatan edukasi, transparansi, dan diversifikasi produk berbasis bagi hasil.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana tingkat literasi keuangan nasabah Bank Syariah Indonesia memengaruhi pemahaman mereka terhadap kontrak murabahah serta persepsi keadilan yang dirasakan, dengan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran menyeluruh. Selanjutnya, penting untuk mengevaluasi dampak penggunaan struktur ganda (wakalah   murabahah) terhadap persepsi nasabah bahwa produk tersebut tetap sesuai syariah, melalui survei eksperimental yang membandingkan persepsi antara produk dengan dan tanpa struktur ganda. Terakhir, perlu dirancang model pembiayaan alternatif berbasis bagi hasil, seperti musyarakah atau mudharabah, yang dapat menggantikan murabahah konsumtif sambil menjaga risiko dan profitabilitas bagi bank, dengan menggunakan simulasi keuangan dan analisis sensitivitas untuk menguji kelayakan ekonominya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan praktis bagi regulator, bank, dan akademisi dalam meningkatkan keadilan, transparansi, dan keberlanjutan produk pembiayaan syariah.

  1. ANALISIS PENERAPAN AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH | Jurnal Multidisiplin Indonesia.... doi.org/10.58344/jmi.v2i6.242ANALISIS PENERAPAN AKAD PEMBIAYAAN MURABAHAH PADA PERBANKAN SYARIAH Jurnal Multidisiplin Indonesia doi 10 58344 jmi v2i6 242
Read online
File size275.11 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test