UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI

Jurnal Ekonomi dan PariwisataJurnal Ekonomi dan Pariwisata

Setiap perusahaan senantiasa bertujuan mencari keuntungan, karenanya kinerja keuangan perusahaan harus dijaga agar tetap baik, terutama bagi perusahaan go public. Bagaimanapun perusahaan harus dapat melakukan antisipasi akan kemungkinan terjadinya kebangkrutan. Analisis kebangkrutan dilakukan untuk memperoleh peringatan awal kebangkrutan. Salah satu alat untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan ialah dengan metode Z-Score Altman. Analisis dilakukan pada PT. Mayora Indah Tbk karena Mayora Indah telah berkembang menjadi salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods Industry yang telah diakui keberadaannya secara global. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kinerja keuangan PT. Mayora Indah Tbk periode tahun 2009-2013 dan apakah terdapat potensi kebangkrutan.. . Penelitian ini dilakukan di PT. Mayora Indah Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan sumber data sekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id. Teknik pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Teknik analisis menggunakan rumus ke-1 Altman yaitu Z-Score.

Mayora Indah Tbk periode 2009–2013 mengalami fluktuasi, dengan kategori sehat pada tahun 2009, 2010, dan 2013, serta kategori rawan bangkrut pada tahun 2011 dan 2012.Perusahaan mampu memperbaiki kondisi keuangannya pada tahun 2013 setelah berada di zona rawan selama dua tahun sebelumnya.Secara umum, rasio likuiditas, solvabilitas, dan manajemen aktiva menunjukkan kondisi yang baik, meskipun rasio profitabilitas menurun pada tahun 2011.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menganalisis faktor-faktor non-keuangan yang memengaruhi kinerja PT. Mayora Indah Tbk selama periode rawan bangkrut, seperti persaingan pasar, perubahan selera konsumen, atau inovasi produk pesaing, agar dapat dipahami mengapa perusahaan mengalami tekanan finansial di tahun 2011 dan 2012. Kedua, penting untuk mengkaji dampak dari strategi penetapan harga pokok penjualan terhadap laba bersih dengan pendekatan studi kasus operasional, guna mengevaluasi bagaimana efisiensi produksi dan manajemen biaya berkontribusi terhadap stabilitas profitabilitas perusahaan. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas pengeluaran untuk pengembangan produk dan teknologi baru dalam memperbaiki posisi keuangan perusahaan, khususnya dengan membandingkan periode sebelum dan sesudah tahun 2013, untuk mengetahui apakah investasi dalam riset dan pengembangan secara nyata mendukung pemulihan perusahaan dari zona rawan ke zona sehat.

Read online
File size244.12 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test