UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap kepemimpinan kiai, dan konformitas dengan kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren. Subyek penelitian adalah 115 santri pondok pesantren Raudlatul Ulum Arrahmaniyah Sampang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, instrumen yang digunakan adalah skala kepatuhan, skala persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan skala konformitas. Hasil analisis uji regresi menunjukkan nilai F= 22,879 dan p = 0,000 (p<0,01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan konformitas dengan kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren memiliki korelasi positif yang signifikan. Hasil analisis uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan konformitas sanggup memberikan sumbangan efektif terhadap kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren adalah 23,9%.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan Konformitas dengan Kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren ada hubungan positif yang signifikan.Sedangkan korelasi parsial menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan, baik antara persepsi terhadap kepemimpinan kiai dengan kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren maupun antara konformitas dengan kepatuhan santri terhadap peratutan pesantren.Artinya semakin tinggi persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan konformitas maka semakin tinggi kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren, begitu pula sebaliknya semakin rendah persepsi terhadap kepemimpinan kiai dan konformitas maka semakin rendah kepatuhan santri terhadap peraturan pesantren.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, berikut ini adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: . . 1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kepatuhan santri, seperti gaya hidup, perbedaan kematangan, kemandirian, keyakinan diri, banyaknya aktivitas yang diikuti, dan kemampuan adaptasi subjek dalam menghadapi bentuk hubungan baru. . . 2. Bagi Kiai atau Lora, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi cara-cara efektif dalam memimpin sebuah pesantren agar santri dapat merasakan dan menilai positif atas kinerjanya. Hal ini dapat mencakup perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kegiatan di pesantren. . . 3. Untuk santri remaja, penelitian selanjutnya dapat menyelidiki motivasi dan kesadaran mereka dalam mematuhi peraturan pesantren. Penelitian ini dapat mengkaji bagaimana santri memahami dan menerapkan kode etik pesantren dalam kehidupan sehari-hari, serta bagaimana mereka memandang pentingnya kepatuhan terhadap peraturan pesantren.
| File size | 317.71 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIDDIMAKASSARSTAIDDIMAKASSAR Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumberAnalisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber
ABULYATAMAABULYATAMA Supervisi yang terencana , terjadwal dan terprogram, akan mampu mengembangkan profesionalitas guru. Kepala madrasah harus terus meningkatkan kemampuanSupervisi yang terencana , terjadwal dan terprogram, akan mampu mengembangkan profesionalitas guru. Kepala madrasah harus terus meningkatkan kemampuan
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran dasar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kedisiplinan guru dalamPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai peran dasar. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya kedisiplinan guru dalam
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menerapkan dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional seperti inspirasi motivasional, pertimbanganHasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menerapkan dimensi-dimensi kepemimpinan transformasional seperti inspirasi motivasional, pertimbangan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Kepala sekolah juga secara aktif melibatkan guru dalam perencanaan program-program tersebut melalui forum diskusi. Keterlibatan ini memperkuat relevansiKepala sekolah juga secara aktif melibatkan guru dalam perencanaan program-program tersebut melalui forum diskusi. Keterlibatan ini memperkuat relevansi
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu berkomunikasi terbuka dan menghargai guru dapat meningkatkan motivasi kerja guru secara signifikan.Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang mampu berkomunikasi terbuka dan menghargai guru dapat meningkatkan motivasi kerja guru secara signifikan.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program dan lingkungan yangKendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program dan lingkungan yang
ABULYATAMAABULYATAMA Meskipun demikian, siswa juga menilai terdapat beberapa area yang perlu perbaikan, seperti dalam mendengarkan dengan seksama dan menjaga prinsip etika.Meskipun demikian, siswa juga menilai terdapat beberapa area yang perlu perbaikan, seperti dalam mendengarkan dengan seksama dan menjaga prinsip etika.
Useful /
UBTUBT Perhitungan area proteksi gedung menunjukkan efisiensi sambaran petir pada atap tengah dan samping sebesar 0,91%, dengan rata-rata 1,16 sambaran petirPerhitungan area proteksi gedung menunjukkan efisiensi sambaran petir pada atap tengah dan samping sebesar 0,91%, dengan rata-rata 1,16 sambaran petir
ABULYATAMAABULYATAMA Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data utama diperoleh dengan melakukan observasi langsung di lapangan,Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data utama diperoleh dengan melakukan observasi langsung di lapangan,
ABULYATAMAABULYATAMA Secara kuantitatif, nilai rata-rata tes formatif siswa mencapai 82,48 dan sumatif 92,85, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan.Secara kuantitatif, nilai rata-rata tes formatif siswa mencapai 82,48 dan sumatif 92,85, menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan.
UBTUBT 897.061, energi yang dihasilkan sebesar 468,9kWh dengan tarif listrik sebesar Rp 2743 dan biaya internet selama 10 tahun sebesar Rp 12.383,28. Pada aspek897.061, energi yang dihasilkan sebesar 468,9kWh dengan tarif listrik sebesar Rp 2743 dan biaya internet selama 10 tahun sebesar Rp 12.383,28. Pada aspek