POLTEKHARBERPOLTEKHARBER

Parapemikir : Jurnal Ilmiah FarmasiParapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi

Pengelolaan obat merupakan rangkaian kegiatan dari farmasi atau apotik yang menyangkut fungsi-fungsi manajemen, meliputi seleksi, pengadaan, distribusi dan penggunaan obat. Kegiatan tersebut harus saling terkait dan saling mempengaruhi satu sama lain. Tujuan penelitian untuk menganalisis sistem pengendalian obat – obat Askes klasifikasi A dengan metode ABC, EOQ, dan ROP untuk meningkatkan efisiensi biaya pemesanan dan penyimpanan dalam pengendalian persediaan obat. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental tanpa kontrol dengan pengamatan runtun waktu (time series design) sebelum, selama dan sesudah intervensi. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan dari dokumentasi instalasi farmasi, data hasil observasi dibuat analisis ABC kemudian dibuat perhitungan EOQ dan ROP dengan memakai indikator Inventory turn over ratio (ITOR), Nilai Persediaan. Hasil penelitian yaitu Penerapan metode EOQ (Economic Order Quantity) dan ROP (Re Order Point) terhadap obat reguler khususnya kelompok A di Apotek Siti Hajar dapat mengendalikan obat reguler di Apotek yang ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai persediaan sebesar Rp. 19.390.613, peningkatan Inventory Turn Over Ratio sebesar 1.63 kali.

Penerapan metode EOQ (Economic Order Quantity) dan ROP (Re Order Point) terhadap obat reguler khususnya kelompok A di Apotek Siti Hajar dapat mengendalikan obat reguler di Apotek yang ditunjukkan dengan adanya penurunan nilai persediaan sebesar Rp.613, peningkatan Inventory Turn Over Ratio sebesar 1.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan obat dengan metode ABC, EOQ, dan ROP dapat meningkatkan efisiensi biaya pemesanan dan penyimpanan obat di apotek.Penerapan sistem pengendalian obat yang tepat menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan obat yang memadai dan terjangkau bagi pasien.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengaruh penerapan metode pengendalian obat ini terhadap kepuasan pasien dan kinerja apotek secara keseluruhan. Kedua, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi integrasi sistem pengendalian obat dengan sistem informasi manajemen apotek guna meningkatkan efisiensi dan akurasi data. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengendalian obat yang adaptif terhadap perubahan dinamika permintaan obat dan fluktuasi harga obat, sehingga dapat menjamin keberlanjutan efisiensi pengelolaan obat di apotek.

Read online
File size549.52 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test