JPTAMJPTAM

Jurnal Pendidikan TambusaiJurnal Pendidikan Tambusai

Penelitian ini bertujuan untuk melihat tantangan yang dihadapi oleh pesantren saat ini baik eksternal maupun internal, terutama dalam perancangan dan penyusunan materi pembelajaran yang belum menyentuh pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini berfokus pada kajian tentang pengembangan bahan ajar tasawuf yang dikembangkan dengan menginternalisasikan nilai-nilai karakter ke dalam materi tasawuf tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat validitas, praktikalitas dan efektivitas bahan ajar tasawuf yang telah dikembangkan melalui internalisasi nilai-nilai karakter di Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Pasia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4-D. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar tasawuf yang diinternalisasikan dengan nilai-nilai karakter, yang telah diuji validasi, praktikalitas dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar tasawuf yang dikembangkan valid, sangat praktis, dan sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar.

Penelitian ini menghasilkan model pengembangan bahan ajar tasawuf yang terinternalisasi dengan nilai-nilai karakter di Pondok Pesantren MTI Pasia.Bahan ajar yang dikembangkan telah dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.Dengan demikian, pengembangan bahan ajar tasawuf berbasis internalisasi nilai-nilai karakter dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tasawuf di pondok pesantren, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama yang mendalam, tetapi juga memiliki karakter yang mulia dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas model pengembangan bahan ajar tasawuf ini pada jenjang pendidikan yang berbeda, misalnya pada tingkat Madrasah Aliyah atau bahkan pada jenjang pendidikan tinggi. Hal ini penting untuk mengetahui apakah model ini dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif pada konteks pendidikan yang berbeda. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen evaluasi yang lebih komprehensif untuk mengukur tingkat internalisasi nilai-nilai karakter pada peserta didik setelah menggunakan bahan ajar tasawuf ini. Instrumen evaluasi yang baik akan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang sejauh mana nilai-nilai karakter telah tertanam dalam diri peserta didik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasi model pengembangan bahan ajar tasawuf ini di lapangan. Faktor-faktor tersebut dapat berupa dukungan dari pihak sekolah, ketersediaan sumber daya, atau kompetensi guru dalam menerapkan model tersebut. Dengan memahami faktor-faktor ini, dapat dirumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas implementasi model pengembangan bahan ajar tasawuf di berbagai pondok pesantren.

Read online
File size266.52 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test