ANDREWLAWCENTERANDREWLAWCENTER

ANDREW Law JournalANDREW Law Journal

Narkotika disatu segi dijadikan obat yang bermanfaat bagi kesehatan tertentu, namun disegi yang lain narkotika sangat berbahaya sehingga narkotika hanya bisa diaplikasikan dalam dunia medis serta riset science dan teknologi. Oleh karena itu, penyalahgunaan narkotika dapat disangkakan sebagai perilaku pidana. Bagaimanakah peran BNN dalam mencegah penyalahgunaan narkotika menurut UndangUndang No.35 Tahun 2009? Prosedur yang dipakai pada riset ini bernama riset legal normatif yang berlandaskan peraturan. Pasal 64 UndangUndang No.35 Tahun 2009 mengamanatkan untuk mencegah penyalahgunaan narkotika, maka dirikanlah BNN. Tugas utama BNN itu mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika. Sesuai dengan amanat Pasal 64 UndangUndang No.35 Tahun 2009 dan juga rincian tugas BNN yang tertuang di Pasal 70 UndangUndang No.35 Tahun 2009, maka diketahui bahwa BNN punya peran yang vital dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Mencegah penyalahgunaan narkotika berarti menyelamatkan masa depan bangsa Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki peran sentral dalam menegakkan Pasal 64 dan Pasal 70 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 untuk mencegah dan menanggulangi penyalahgunaan narkotika.Implementasi tugas BNN secara konsisten dapat berkontribusi signifikan terhadap perlindungan masa depan bangsa Indonesia dari dampak negatif narkotika.Oleh karena itu, penguatan mekanisme koordinasi antara BNN, kepolisian, dan lembaga rehabilitasi menjadi kunci keberhasilan strategi pencegahan.

Bagaimana efektivitas program‑program pencegahan yang dilaksanakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menurunkan tingkat penyalahgunaan narkotika di wilayah perkotaan dan pedesaan dapat diteliti dengan pendekatan evaluasi longitudinal? Penelitian komparatif antara BNN dengan lembaga penegak hukum narkotika di negara lain, misalnya di Thailand atau Filipina, dapat mengungkap praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kebijakan Indonesia. Selain itu, studi tentang dampak intervensi berbasis komunitas yang melibatkan BNN, sekolah, dan organisasi kemasyarakatan dalam menyebarkan edukasi narkotika dapat memberikan wawasan tentang mekanisme pencegahan yang lebih inklusif. Metode campuran antara survei kuantitatif, wawancara mendalam, serta analisis kebijakan diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor‑faktor yang mempengaruhi keberhasilan program. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antar‑lembaga serta menyesuaikan strategi BNN dengan kondisi sosial‑ekonomi lokal. Dengan demikian, kebijakan pencegahan narkotika dapat menjadi lebih responsif, berkelanjutan, dan relevan bagi generasi muda Indonesia.

Read online
File size480.35 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test