UGMUGM

PCD JournalPCD Journal

Artikel ini mengembangkan teori tentang kekuatan Eropa sebagai governmentality, dengan referensi khusus pada keterlibatan Uni Eropa (EU) terhadap masyarakat sipil di Indonesia melalui paket program penguatan masyarakat sipil. Berbeda dengan beberapa argumen tentang kekuatan normatif atau kekuatan sipil di Uni Eropa, yang menekankan kerangka normatif Uni Eropa dalam menjelaskan keterlibatan diplomatik Uni Eropa dalam politik dunia, artikel ini berpendapat bahwa jangkauan global Uni Eropa sebaiknya dilihat sebagai politik governmentality, yang mencakup penyebaran norma ke global selatan melalui berbagai strategi pengembangan untuk membentuk subjektivitas tertentu berdasarkan kerangka normatif Uni Eropa.

Artikel ini menganalisis program penguatan masyarakat sipil Uni Eropa di Indonesia dan bagaimana hal itu berkaitan dengan proyeksi governmentality Uni Eropa dalam politik global.Pertama, kekuatan Uni Eropa di negara berkembang, khususnya di Indonesia, beroperasi melalui proyek advokasi yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat Sipil.Dalam konteks Indonesia, aktivitas organisasi masyarakat sipil secara signifikan meningkat setelah reformasi, yang berfungsi untuk memandu proses demokratisasi.Sementara Uni Eropa percaya pada demokrasi sebagai norma dasarnya, ia membantu advokasi dari Organisasi Masyarakat Sipil Indonesia melalui berbagai hibah keuangan.Hal ini membangun hubungan kekuasaan antara program didanai dengan agenda promosi demokrasi Uni Eropa yang tertanam dalam kebijakan luar negerinya.Kedua, tujuan Uni Eropa dalam memberikan insentif untuk proyek-proyek tersebut tidak murni normatif.Sebaliknya, itu juga mengandung program politik tertentu dalam konteks global yang lebih luas.Dari perspektif governmentality, dapat disimpulkan bahwa Program Penguatan Masyarakat Sipil Uni Eropa juga merupakan konstituen model pengembangan neoliberal yang dipromosikan oleh Uni Eropa.

Berdasarkan analisis terhadap program penguatan masyarakat sipil Uni Eropa di Indonesia, penelitian selanjutnya dapat mengusulkan pertanyaan penelitian berikut: Bagaimana Uni Eropa dapat menggunakan pendekatan governmentality untuk mempromosikan nilai-nilai dan norma-norma tertentu dalam proyek-proyek pengembangan internasionalnya di negara-negara global selatan? Bagaimana Uni Eropa dapat memastikan bahwa proyek-proyek ini tidak hanya berdampak pada perubahan sosial, tetapi juga pada pembentukan subjektivitas tertentu yang sejalan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang diinginkan? Bagaimana Uni Eropa dapat menyeimbangkan antara promosi nilai-nilai dan norma-norma tertentu dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat lokal di negara-negara global selatan?.

Read online
File size1.1 MB
Pages31
DMCAReport

Related /

ads-block-test