UGMUGM
PCD JournalPCD JournalThe governments policy to return transmigration program participants, due to the explosion of conflicts in transmigration areas outside Java in the early 2000s to the district where these people originated has raised many questions of citizen engagement. This study aims to identify the impacts of the policy on the returned transmigrants using the idea of citizenship as a framework of analysis. The field research was conducted from December 2012 to February 2013 in Southern Kebumen using in-depth interviews with about 20 informants and direct observations. From the fieldwork, it is found that instead of resolving the problem by returning thousands of transmigration participants, which then was followed with collective relocation, has made the issue more complex. This later aspect caused multiple exclusions to the returned transmigrants socially and politically. The case highlights the governments ignorance of the aspects of geography, ethnicity, cultures, religions, languages, and gender that define citizenship in the Indonesian context, and are impacted by the transmigration policy. Such ignorance has led to the acute political disengagement. Weak inclusion and over-simplification in the handling of the transmigration program (sending, returning, and relocating people from one place to another), due to the single definition of citizen and citizenship, which the government uses in treating people merely as materials for boosting economic growth, instead of as citizens that have rights for recognition, seems to be the core explanation of this case. By elaborating this issue, this paper is expected to enrich the existing study on citizenship, especially the core problems that relate to (forced) transmigration policy, which is rarely discussed among scholars.
The case of returned transmigrants relocation in Kebumen demonstrates that transmigration policy was implemented without sufficient consideration of social complexities.The policy disregarded the importance of cultural and social identities in defining citizenship within the Indonesian context, leading to multiple exclusions of the returned transmigrants.Clarification of responsibilities between the national and local governments is crucial to avoid overlapping and ineffective responses to such issues.Ultimately, a more nuanced understanding of citizenship, sensitive to the specific context of Indonesia, is needed to ensure inclusive and equitable policies.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk memahami secara mendalam bagaimana identitas lokal dan etnis memengaruhi proses integrasi sosial para transmigran kembali. Pertanyaan penelitian yang menarik adalah: bagaimana persepsi masyarakat lokal terhadap transmigran kembali memengaruhi partisipasi politik dan ekonomi mereka? Selain itu, perlu diteliti efektivitas berbagai pendekatan kebijakan dalam memfasilitasi integrasi sosial, seperti program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal atau inisiatif dialog antar-etnis. Penelitian ini dapat menguji hipotesis bahwa program integrasi yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dan transmigran kembali akan menghasilkan hasil yang lebih positif. Terakhir, penelitian perlu mengeksplorasi peran pemerintah daerah dalam mengadvokasi kebutuhan transmigran kembali di tingkat nasional dan memastikan akses mereka terhadap layanan publik yang memadai. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis kebijakan pemerintah daerah terkait transmigrasi dan mengidentifikasi praktik-praktik terbaik yang dapat direplikasi di daerah lain. Penelitian ini harus mempertimbangkan kompleksitas hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani masalah transmigrasi, serta potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul.
| File size | 1.1 MB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
PPSDPPPSDP Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi komunitas, terutama melalui pertemuan Perkumpulan Orang Tua Guru (POMG), memainkan peran krusial dalam perencanaan,Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi komunitas, terutama melalui pertemuan Perkumpulan Orang Tua Guru (POMG), memainkan peran krusial dalam perencanaan,
JURNALEMPATHYJURNALEMPATHY Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan inkontinensiaHasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan kader kesehatan dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dengan inkontinensia
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Overall, this review contributes to a deeper understanding of OHS performance in high-risk drilling environments and provides evidence-based recommendationsOverall, this review contributes to a deeper understanding of OHS performance in high-risk drilling environments and provides evidence-based recommendations
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI As a solution, a workload recalculation was performed after adding one operator to each gathering station unit, resulting in FTE values within the normalAs a solution, a workload recalculation was performed after adding one operator to each gathering station unit, resulting in FTE values within the normal
UGMUGM Dengan melibatkan literatur ekologi politik kritis, studi ini mengurai interaksi konstitutif di antara berbagai cara melihat yang meredefinisi kehutananDengan melibatkan literatur ekologi politik kritis, studi ini mengurai interaksi konstitutif di antara berbagai cara melihat yang meredefinisi kehutanan
UGMUGM Strategies identified include determining binding regulations regarding the use of zakat money, as well as the positioning of persons considered loyalStrategies identified include determining binding regulations regarding the use of zakat money, as well as the positioning of persons considered loyal
UGMUGM Artikel ini membahas tentang inklusi organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam proses pengambilan keputusan di era pasca-Soeharto di Indonesia. Artikel iniArtikel ini membahas tentang inklusi organisasi masyarakat sipil (OMS) dalam proses pengambilan keputusan di era pasca-Soeharto di Indonesia. Artikel ini
UGMUGM Dalam kajian perubahan kebijakan, terdapat setidaknya dua metode utama, yaitu pendekatan domestik dan internasional. Klasifikasi pendekatan tidak hanyaDalam kajian perubahan kebijakan, terdapat setidaknya dua metode utama, yaitu pendekatan domestik dan internasional. Klasifikasi pendekatan tidak hanya
Useful /
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Hasil perbaikan menunjukkan bahwa desain baru kursi antropometri lebih efisien dan meningkatkan akurasi hasil pengukuran, serta memberikan data yang lebihHasil perbaikan menunjukkan bahwa desain baru kursi antropometri lebih efisien dan meningkatkan akurasi hasil pengukuran, serta memberikan data yang lebih
STTMCILEUNGSISTTMCILEUNGSI Oleh karena itu, transformasi budaya organisasi menuju arah yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif adalah langkah mendesak untuk meningkatkan efektivitasOleh karena itu, transformasi budaya organisasi menuju arah yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif adalah langkah mendesak untuk meningkatkan efektivitas
UGMUGM Transparansi mungkin mengungkapkan kerahasiaan dan melemahkan oligarki di sektor ekstraktif di satu sisi. Di sisi lain, inisiatif transparansi secara bersamaanTransparansi mungkin mengungkapkan kerahasiaan dan melemahkan oligarki di sektor ekstraktif di satu sisi. Di sisi lain, inisiatif transparansi secara bersamaan
UGMUGM Hal ini membangun hubungan kekuasaan antara program didanai dengan agenda promosi demokrasi Uni Eropa yang tertanam dalam kebijakan luar negerinya. Kedua,Hal ini membangun hubungan kekuasaan antara program didanai dengan agenda promosi demokrasi Uni Eropa yang tertanam dalam kebijakan luar negerinya. Kedua,